Satpol-PP Lotim Sita 459 Liter Tuak

0
Miras jenis tuak diamankan Satpol PP Lotim, Selasa, 26 Oktober 2021. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Lombok Timur (Lotim) berhasil menyita 459 liter minuman keras (miras) jenis tuak. Minuman memabukkan itu disita dari tangan pelaku bernama Supriadi yang meggunakan Mobil Toyota Kijang Grand  di Jalan Raya Sakra, Selasa sekira pukul 14.30. Ratusan miras tradisional ini rencana akan dibawa ke Songak.

Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satpol-PP Lotim, Sunrianto kepada wartawan mengatakan ratusan liter miras yang disita itu terbungkus dalam 17 karung, 306 botol ukuran 1,5 liter.

IKLAN

Pelaku diketahui merupakan pemain lama. Bahkan, katanya, Satpol PP sudah lama menjadikan pelaku sebagai target operasi. Miras tradisional itu diindikasikan diambil dari wilayah Narmada Lombok Barat (Lobar).

Pelaku dikenakan Peraturan Daerah Nomor 8 tahun 2002 tentang Larangan Pengedaran Miras dengan ancaman pidana kurungan tiga bulan dan denda maksimal Rp 5 juta.

 Menurut Sunrianto, denda ini terlalu kecil dan tampak belum memberikan efek jera. Saat ini sudah diusukan revisi perda dengan ancaman hukuman denda lebih berat, kurungan 3 bulan dan denda maksimal Rp 50 juta.

Dikarenakan sudah dua kali terjerat Satpol PP berharap hakim nantinya bisa lebih tegas dan memberikan sanksi hukum yang bisa memberikan efek jera. Pelaku berinisial S ini diketahui tahun 2020 lalu sudah terjerat kasus sama dengan membawa miras 28 botol. “Dulu lebih  banyak,” tuturnya

Diketahui, miras ini oleh pelaku biasa dijual diam-diam. Harganya Rp 15 ribu per botol. Diduga keuntungan yang diterima pelaku besar. Karenanya, Satpol PP Lotim mengusulkan revisi perda dengan harapan bisa memberikan efek jera. (rus)