Satpol PP Loteng Dilematis Tertibkan Atribut Balon Kepala Daerah

Praya (Suara NTB) – Pemasangan atribut serta gambar para bakal calon (balon) kepala daerah yang akan bertarung di Pilkada NTB tahun 2018 mendatang, kian marak di wilayah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Disatu sisi, aparat Sat Pol PP terkesan tutup mata melihat maraknya pemasangan gambar para balon kepala daerah yang semakin tak terkendali tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Loteng, L. Marwan, yang dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 29 Agustus 2017 mengaku sampai sejauh ini pihaknya belum mengambil tindakan tegas terhadap pemasangan atribut serta gambar para balon kepala daerah tersebut. Namun dirinya membantah jika dikatakan tutup mata dan hanya berdiam diri terkait persoalan tersebut.

Iklan

Menurutnya, ada tahapan dan proses yang harus dilalui, sampai kemudian sampai pada tahap penertiban. “Sejauh ini kita memang diam. Dalam artinya, belum melakukan langkah penertiban. Tapi bukan berarti tidak melakukan apapun,” jelasnya.

Pihaknya masih terus memantau pemasangan atribut dan gambaran balon kepala daerah untuk memastikan, tidak ada yang menyalahi aturan yang berlaku. Jika kemudian ada yang melanggar aturan, barulah akan ditindak tegas.

Tapi sebelum itu, pemilik atribut maupun gambar akan diberi peringatan terlebih dahulu untuk bisa menurunkan sendiri. Kalau peringatan tidak diindahkan, baru kemudian akan ditertibkan secara paksa.

Dalam hal ini, pihaknya dihadapkan pada posisi yang dilematis. Di satu sisi, belum ada aturan yang mengatur terkait status atribut maupun gambar para balon kepala daerah, karena pihaknya tidak bisa melakukan penertiban seenaknya atau tanpa dasar aturan yang jelas. Kecuali kalau balon kepala daerah tersebut sudah berstatus calon kepala daerah dan ada instruksi dari pihak terkait dalam hal ini KPU dan Panwas untuk melakukan penertiban, barulah bisa dilakukan penertiban. (kir)