Satpol PP Amankan 10 Ton Garam Non Yodium

Selong (Suara NTB) –  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) kembali mengamankan sebanyak 10 ton garam non yodium saat menyeberang dari Pulau Sumbawa melalui Pelabuhan Kayangan, Selasa, 9 Agustus 2016. Puluhan ton garam non yodium yang terbagi dalam 150 karung itu diketahui berasal dari Kabupaten Bima dan rencananya akan dibawa ke Kota Mataram.

Kasat Pol PP Lotim, Drs. Salmun Rahman melalui Kasi Opstib dan Linmas, Lalu Abdullah Purwadi, SSTP,MM, menjelaskan, pengamanan terhadap garam non yodium itu dilakukan sesuai dengan Perda Nomor 2 Tahun 2011 tentang Pengendalian Peredaran Garam Non Yodium. Pasalnya, apabila garam yang yodiumnya di bawah standar, maka dikhawatirkan akan berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Iklan

Atas dasar itu, pencegahan garam non yodium  sangat ketat dilakukan agar tidak sembarangan masuk dan melintas di Kabupaten Lotim. Diketahui, pemilik garam bernama Bebeti asal Desa Sila Kabupaten Bima. Selain mengamankan ratusan garam itu, Satpol PP Lotim juga mengamankan sopir dan kernet truk yang mengangkut garam tersebut.

Dalam pengamanan garam non yodium ini, lanjut Purwadi, pihaknya tetap menjalin koordinasi dengan semua pihak terkait atau lintas sektor, seperti Dinas Kesehatan, aparat kepolisian dan lainnya yang tergabung dalam Gerakan Akibat Kekurangan Yodium (GAKI). Dalam pemeriksaannya, semua garam dengan 150 karung ini terdeteksi tak satupun mengandung yodium. Adapun, untuk proses selanjutnya, saat ini ratusan karung garam non yodium masih diamankan untuk menunggu keputusan yang diberikan oleh pemilik. Apakah garam itu akan disidangkan, ditambah yodiumnya ataupun dimusnahkan.

Sementara sopir truk, Muhammad Siddik mengaku tidak mengetahui dan mengerti jika garam yang dibawanya itu merupakan garam non yodium yang sangat berbahaya bagi pengkonsumsinya seperti akan mengidap penyakit gondok dan lainnya. Selain itu, ia juga mengatakan hanya sopir biasa dan baru pertama kali mengangkut garam. Untuk sekali angkut garam ini, dirinya bersama adiknya M. Indra diupah sebesar Rp 2.800.000 untuk rute Bima-Mataram. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here