Satgas Umumkan 14 Investasi Bodong di NTB

Kepala OJK Provinsi NTB, Farid Feletehan bersama Satgas Waspada Investasi memberikan keterangan resmi kemarin. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Satgas Waspada Investasi (SWI) mengumumkan secara resmi 14 investasi bodong yang sudah terdata di NTB. 14 Investasi illegal dibahas  khusus dalam pertemuan tertutup di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB di Malomba, Ampenan, Rabu, 18 November 2020.

Diantaranya SWI yang melakukan pembahasan kemarin adalah unsur utama OJK NTB, Reskrimsus Polda NTB, dan Diskominfotik mewaliki Setda Provinsi NTB. 14 investasi bodong yang sudah banyak memakan kerugian korban diumumkan diantaranya, Massive Hector, Hector Trade Community, Forum Komunikasi Persaudaraan Nusantara, Nusa Business School, AutoGajian, Lucky Trade Community, Vtube, Digital Community, Dana Kilat, Dananow, Adadana, Lotecoin, Maysoora Caca (Emak Caca) dan Goban. “Satunya lagi, jadi 15 adalah arisan online,” kata Kepala OJK Provinsi NTB, Farid Faletehan.

Di Indonesia, SWI juga sudah menangani dan menghentikan cukup banyak investasi bodong. Di NTB, pada periode Maret-Oktober 2020, sejumlah 14 ini yang didata. Farid mengatakan, investasi bodong ini menjanjikan keuntungan yang cukup besar dan tidak wajar. Jauh melebihi keuntungan yang diberikan lembaga keuangan atau perbankan sebesar 7 persen keuntungan deposito. Investasi bodong menjanjikan keuntungan sampai 30 persen lebih.

Orang nomor satu di OJK NTB ini memberikan keterangan resmi bersama AKBP Komang Satre, Kasubdit 2 Ditreskrimsus Polda NTB, dan Chairy Chaludyanto, Sekretaris Dinas Kominfotik Provinsi NTB soal harus diwaspadainya investasi bodong semacam arisan online yang saat ini banyak diikuti ibu-ibu rumah tangga.

“Arisan Rp10 juta sebulan, dapet Rp15 juta, itu tidak mungkin dan harus hati-hati kepada ibu-ibu. Tidak ada pihak yang akan mempertanggungjawabkannya,” ujarnya.

Investasi bodong ini biasanya menggiurkan dengan memberikan reward besar kepada beberapa jaringan kedua dibawahnya. Kemudian dilakukan testimoni untuk menjaring yang lainnya masuk ke dalam bisnis yang ditawarkan. “Benar dapet besar, tapi sebulan dua bulan dan kepada jaringan-jaringan yang baru mengembangkan saja. Setelah itu, yang lain dibawahnya akan jadi korban semua. Kita harus belajar dari HIPO,” kata Farid.

Karena itu, diminta kepada masyarakat untuk berinvestasi kepada usaha-usaha yang menjanjikan keuntungan yang wajar. Dan investasi yang realistis. AKBP Komang Satre, Kasubdit 2 Ditreskrimsus Polda NTB juga meminta kepada masyarakat untuk melapor, jika ditemukan adanya investasi yang berpotensi  bodong atau ilegal dengan ciri-ciri tersebut.

Investasi bodong yang saat ini tengah ditangani intens oleh Polres Mataram adalah Dapoer Emak Caca. Tersangkanya masih ditahan dan akan diantarkan ke meja hijau karena korban yang sudah cukup banyak melapor karena dirugikan. Master Pedas yang dulunya sempat ramai korbannya juga saat ini kasusnya sedang dilakukan penyelidikan. 15 korban sudah diperiksa, termasuk tersangkanya. Investasi bodong ini juga sudah dihentikan.

Dari Kominfotik Provinsi NTB juga akan melakukan sosialisasi secara massif terkait investasi bodong. Kepada masyarakat yang sudah menjadi korban diharapkan agar tidak malu melapor ke aparat penegak hukuk (APH) atau kepada SWI. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here