Satgas Siapkan Vaksinasi Malam Hari

H. Usman Hadi. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram mempertimbangkan program vaksinasi coronavirus disease (Covid-19) dapat dilaksanakan juga pada malam hari. Hal tersebut untuk mengantisipasi penyuntikan vaksin dapat tetap terlaksana dengan baik selama bulan Ramadhan 1442 Hijriyah yang jatuh pada 13 April mendatang.

“Memang Juru Bicara Kementerian Kesehatan sudah mengatakan kalau (vaksinasi) malam hari akan sulit, tapi kita lihat nanti bagaimana. Kalau memang permintaan untuk vaksinasi malam hari tinggi, pasti kita buka,” ujar Kepala Dikes Kota Mataram dr. Usman Hadi saat dikonfirmasi, Sabtu, 10 April 2021.

Iklan

Menurutnya, Pemkot Mataram akan mengupayakan jalan terbaik agar masyarakat tetap dapat menerima vaksin Covid-19. Terlebih banyak masyarakat yang telah menerima penyuntikan tahap satu dan tengah menunggu penyuntikan tahap dua yang bertepatan dengan bulan puasa mendatang.

Usman menekankan vaksinasi Covid-19 harus dilakukan dengan penyuntikan vaksin sebanyak dua kali. Hal tersebut didasarkan pada penelitian terkait imunitas orang yang telah menerima vaksin. “Sebelum menerima suntikan kedua itu mulai menurun antibody-nya, maka perlu disuntik lagi supaya bisa stabil,” jelasnya.

Terkait banyak pemahaman yang beredar di masyarakat bahwa penyuntikan vaksin dapat membuat makruh atau membatalkan puasa, Usman tidak ingin berkomentar. Menurutnya, sebagai bagian dari Satgas Covid-19 pihaknya hanya bertugas memfasilitasi masyarakat mendapatkan akses untuk vaksin tersebut.

“Jadi kita menyesuaikan dengan masyarkaat. Kalau memang ada yang berkenan malam hari, kenapa tidak. Tapi kalau bisa menerima pagi hari dan memahami (puasa) tidak batal, tidak apa-apa. Pelayanan di Puskesmas kita jalankan terus,” jelasnya.

Pihaknya berharap masyarakat tidak menyia-nyiakan kesempatan menerima vaksinasi Covid-19, terutama bagi yang telah menerima penyintikan tahap pertama. “Selain tidak baik secara kesehatan (melewatkan) penyuntikan kedua, vaksin ini juga mahal harganya. Kalau tidak diambil, rugi kita,” ujar Usman.

Terpisah, Plt. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Lalu Martawang menyebut pihaknya juga akan mendukung skenario vaksinasi malam hari jika memang dibutuhkan. “Karena kami pasti sinkron-kan dengan langkah-langkah yang diambil oleh Dikes. Secara prinsip, manakala pemerintah pusat menyiapkan kita stok vaksin, jangan menjadikan halangan bulan Ramadhan itu untuk melaksanakan vaksinasi secara masif,” ujarnya, Sabtu, 11 April 2021.

Menurutnya, Pemkot Mataram bersama Satgas Covid-19 siap mengambil skenario apapun kaitannya dengan akselarasi vaksinasi. Dicontohkan seperti vaksinasi massal yang telah digelar pihaknya di beberapa tempat guna mendekatkan program tersebut kepada masyarakat yang lebih luas.

“Jadi nanti kita atur, menyesuaikan dengan kondisi masyarakat kita seperti apa selama bulan suci Ramadhan nanti. Prinsip dasarnya, Dikes Kota Mataram dan RSUD tetap mengikhtiarkan akselarasi vaksinasi itu,” tandas Martawang. (bay)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional