Satgas P4GN Dianggap Belum Maksimal Sosialisasi

Taliwang (Suara NTB) – Satuan Tugas Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (Satgas P4GN) di Sumbawa Barat dianggap masih belum maksimal mengintervensi angka penyalahgunaan narkoba di wilayah setempat. Hal ini bisa terlihat dari minimnya para penyalahguna narkoba ini melakukan rehabilitasi. Apalagi saat ini hampir semua satgas P4GN sudah terbentuk di masyarakat, mulai dari lingkungan sekolah, sampai dengan lingkungan Pemerintah.

“Kita tidak bisa pungkiri peran dari satgas P4GN yang sudah terbentuk belum mampu mengintervensi masalah penyalahgunaan narkoba yang ada di masyarakat secara maksimal. Itu bisa terlihat dari maraknya kasus narkoba dan tingkat rehabilitasi para pecandu narkoba ini juga masih sangat minim,” ujar Kepala BNNK KSB kepada Suara NTB melalui Kasubag Humas Mairuddin S. Km, Kamis, 9 November 2017.

Iklan

Dikatakannya, penanganan narkoba ini sebenarnya BNNK dan Kepolisian tidak bisa sendiri melainkan harus dilakukan secara bersama-sama. Kerja bersama inilah sangat diharapkan kepada tim satgas P4GN yang sudah terbentuk untuk bisa lebih maksimal mengambil bagian.

Apabila masalah ini tetap dibiarkan begini saja, maka tidak menutup kemungkinan KSB akan menjadi kabupaten darurat narkoba di tahun-tahun berikutnya. Sehingga peran serta semua pihak termasuk satgas yang sudah dibentuk juga harus bisa maksimal sehingga angka yang terus naik ini bisa semakin ditekan.

“Kita tidak memiliki cara lain untuk menekan masalah penyalahguna narkoba ini melainkan semua pihak dan satgas P4GN juga harus bisa lebih maksimal lagi melakukan sosialisasi,” sebutnya.

Disinggung mengenai jumlah penyalahguna narkoba yang sudah direhabilitasi dia menyebutkan, hingga saat ini sudah ada sekitar 25 orang yang dilakukan rehabilitasi. Jumlah ini tentunya masih sangat kecil apabila dibandingkan dengan target tahun 2017 yang harus mencapai angka 40 orang dilakukan rehabilitasi. Dengan rincian 20 orang merupakan voluntir (sukarela) dan sisanya hasil Asesmen terpadu (TAT) Polres.

Meskipun demikian, pihaknya tetap sangat bersyukur karena tingkat rehabilitasi mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yakni sekitar 12 orang di tahun 2016 lalu. “Kita sangat bersyukur angka rehabilitasi kita naik, meskipun masih sangat kecil. Makanya kita sangat berharap P4GN ini harus bisa lebih maksimal melakukan intervensi,” tandasnya. (ils)