Satgas Covid-19 Awasi Potensi Kerumunan Jelang Maulid

Nyoman Swandiasa. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) — Satgas Covid-19 Kota Mataram menyiapkan strategi pengawasan menjelang libur panjang  peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Terutama untuk mengantisipasi potensi-potensi kerumunan di destinasi wisata maupun perayaan yang kerap dilakukan di Mataram selama ini.

“Kita siagakan petugas gabungan dan buat posko-posko di tempat-tempat wisata itu, terutama meyakinkan protokol kesehatan tetap berjalan. Termasuk pawai atau arak-arakan yang menjadi tradisi di beberapa tempat,” ujar Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa, Jumat, 23 Oktober 2020.

Iklan

Untuk itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, TNI dan Satpol PP untuk menyiagakan petugas gabungan di titik-titik yang berpotensi dikunjungi wisatawan. Terlebih Pemkot Mataram telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 9/2020 tentang Pelaksanaan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Mataram.

“Ini perlu kita atensi karena beberapa waktu lalu kan sempat ada klaster dari tempat-tempat publik. Sekarang kita sedang fokus ke penertiban atau penegakan Perda nomor 7/2020 dengan razia masker. Dengan libur panjang ini, barangkali kita perlu back up lagi dengan penempatan petugas di posko statis,” jelasnya.

Diterangkan, berdasarkan SE 7/2020 Wali Kota Mataram, H. Ahyar Abduh, telah mengeluarkan beberapa arahan. Antara lain meminta masyarakat yang ada di Kota Mataram tidak melakukan pawai atau arak-arakan di jalan guna menghindari berkumpulnya massa dalam jumlah besar. Kemudian agar seluruh perayaan maulid difokuskan di masjid dan musala untuk kegiatan seperti lomba maupun kegiatan lainnya dengan tetap mengikuti protokol penanganan Covid-19.

“Itu didasarkan dari rapat Forkopinmda pada Kamis, 15 Oktober 2020. Sepanjang ada potensi kerumunan, itu kita akan kawal supaya tetap menjaga protokol kesehatan,” jelas Nyoman. Pengawasan tersebut akan dilakukan juga oleh pejabat dan tim pengaman tingkat kecamatan dan kelurahan. “Semuanya siaga memonitor wilayahnya masing-masing,” sambungnya.

Ditekankan Nyoman, Pemkot Mataram tidak melarang adanya perayaan Maulid Nabi Muhammad di Kota Mataram. Melainkan meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah dianjurkan. Mengingat penyebaran Covid-19 di Mataram masih terjadi sampai saat ini.

“Jadi perayaannya sangat-sangat kita bolehkan, bukan itu yang kita larang. Tapi itu tadi: hindari kerumunan, jaga jarak, tetap pakai masker sesuai dengan protokol covid,” tandasnya. (bay)