Sasar Objek Wisata, TNI-Polri Jaring Ratusan Pelanggar Protokol Covid-19

Tim gabungan TNI-Polri saat menjaring pelanggar protokol kesehatan di objek wisata, Kamis, 29 Oktober 2020.(Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19, masih sangat rendah. Hal itu terbukti dari banyaknya pelanggar yang ditindak setiap kali operasi yustisi digelar. Untuk hari ini saja, Kamis, 29 Oktober 2020 ada 220 pelanggar di objek wisata Wadu Jao dan Velo Janga Kecamatan Pajo.

Paur Subbag Humas Polres Dompu, Aiptu Hujaifah kepada Suara NTB menyampaikan, jika biasanya operasi yustisi dalam rangka penegakan Inpres nomor 6 tahun 2020 dan Perda nomor 7 tahun 2020 menyasar pengguna jalan dan kerumunan warga di ruang publik seperti taman kota, pada hari libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini gabungan TNI-Polri menyisir objek wisata.

Iklan

Hasilnya, terdapat ratusan pengujung wisata yang tidak mematuhi protokol Covid-19, seperti mengabaikan penggunaan masker. “Dalam operasi tersebut terjaring cukup banyak pelanggar. Ini menunjukkan masih minimnya kesadaran masyarakat kita mematuhi protokol kesehatan,” ungkapnya.

Ratusan pelanggar ini terjaring di objek wisata Wadu Jao dan Velo Janga. Selain tidak menggunakan sarana pencegahan penularan Covid-19, mereka kurang memperhatikan jarak satu sama lain. Kondisi itu, tegas Hujaifah, potensial membuat mereka terpapar virus yang sudah banyak memakan korban jiwa tersebut.

Sebagaimana ketentuan yang ada, para pelanggar langsung diberi sanksi sosial seperti memungut sampah, menghafal Pancasila, Proklamasi dan Sumpah Pemuda. “Sanksi ini kita berikan untuk menumbuhkan kesadaran mereka dulu agar mau mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Disamping penegakan Inpres dan Perda, tambah Hujaifah, operasi yustisi yang dipimpin Wakapolres Dompu, Kompol Adi Kurniawan, SH., diselingi pengarahan akan pentingnya penerapan protokol Covid-19, baik untuk balita, anak usia produktif terlebih kalangan lansia yang memiliki riwayat penyakit bawaan. “Kuncinya harus ada kesadaran bersama supaya rantai penularan penyakit ini bisa kita tekan,” harapnya. (jun)