Sarpras Sekolah di KSB Butuh Rp 30 Miliar

Taliwang (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masih membutuhkan anggaran besar guna menuntaskan ketersediaan sarana dan prasarana (Sarpras) sekolah di daerah. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) setempat, setidaknya dibutuhkan dana Rp 30 miliar lebih agar indikator Sarpras sesuai standar pelayanan minimal (SPM) bisa terpenuhi.

“Ini hasil pendataan tahun 2016 lalu. Kita masih butuh anggaran sekitar Rp 30 miliar lebih khusus untuk penuntasan kebutuhan indikator Sarpras di seluruh sekolah,” terang Plt. Kepala Dinas Dikpora KSB, Drs. Tajuddin kepada Suara NTB.

Iklan

Sesuai rencana awal, pemerintah menargetkan pembenahan kebutuhan Sarpras di seluruh sekolah dapat tuntas pada tahun 2019 mendatang. Menurut Tajuddin, dalam perjalanan tidak menutup kemungkinan dana yang dibutuhkan berubah atau bertambah. Sebab sejumlah kekurangan dan kerusakan yang terjadi pada saat pendataan bisa saja statusnya kini berubah.

“Mungkin kalau dulu masih rusak ringan sekarang sudah sedang. Dan yang sedang mungkin juga sekarang sudah rusak berat,” cetus Tajuddin.

Ia menjelaskan, untuk memenuhi syarat SPM, masih banyak yang perlu dibenahi pemerintah di tiap sekolah. Sesuai ketentuan setidaknya ada 14 indikator SPM yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah (Pemda) dan salah satunya mengenai Sarpras.

“Ini kita baru bicara Sarpras sudah butuh anggaran sekitar Rp 30 miliar lebih,” ujarnya.

Secara keseluruhan baru sekitar 23 persen pemenuhan kebutuhan Sarpras di sekolah sesuai SPM. Tajuddin menyebutkan, pihaknya mendorong sekolah berperan serta secara aktif membantu pemerintah untuk memenuhinya.

“Salah satu misalnya kita mengarahkan sekolah kalau hanya kerusakan ringan bisa dikerjakan oleh pihak sekolah. Nah kalau yang sedang dan berat baru oleh pemerintah,” ujarnya.

Pemerintah lanjut dia terus berupaya untuk membenahi seluruh kebutuhan Sarpras sekolah itu. Karenanya setiap tahun melalui Dinas Dikpora, anggaran disiapkan secara maksimal agar kebutuhan Sarpras sekolah secara bertahap dapat dilengkapi.

“Seandainya saja kita punya anggaran yang banyak, kita tidak perlu tunggu sampai 2019. Mungkin 2018 kita bisa kejar semuanya,” tukasnya. (bug)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here