Sapwaturrahman, Tumbuh di 100 Meter, Matang di Nomor Lompat

Sapwaturahman (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Jalan menjadi atlet berprestasi memang penuh liku-liku. Hal inilah yang dialami atlet atletik PON NTB, Sapwaturahman. Meski ia tumbuh sebagai atlet remaja dengan memecahkan rekor nasional di nomor lari 100 meter pada Kejurnas Remaja tahun 2010. Setelah menginjak usia yang matang, ia justru berprestasi di nomor lompat jauh dan lompat jangkit.

Peraih medali emas di nomor lompat jauh dan meraih medali perunggu di lompat jangkit pada SEA Games 2019 ini kepada Suara NTB di Mataram, Rabu, 24 Juni 2020 mengungkapkan bahwa sebelum fokus di lompat jauh dan lompat jangkit, ia pernah menjadi atlet terbaik di nomor lari 100 meter remaja dan junior di kejurnas atletik tahun 2010 hingga 2011. Namun tak disangka setelah usianya menginjak dewasa justru dia berprestasi di  nomor lampat jauh dan lompat jangkit.

Iklan

“Di tahun 2010 hingga 2011 saya selalu mendapat medali emas di nomor lari kejurnas remaja dan junior, tapi di tahun 2015 sampai sekarang saya milih fokus di nomor lompat jauh dan lompat jangkit. Dan alhamdulillah bisa sumbang emas  dan perunggu di SEA Games 2019,” ucapnya.

Perkenalan atlet kelahiran 15 Mei 1994 ini dengan cabang olahraga atletik  ini sebenarnya  dimulai dari nomor lari 100 meter dan lompat tinggi. Meskipun dia pernah menekuni olahraga renang dan  menjuarai renang di Porseni remaja tahun 2009. Ayahnya, Sanapiah Arsyad yang merupakan guru olahraga dan pernah mengikuti pelatihan fisik di Mataram melatih dirinya terkait nomor lompat tinggi, lari jarak pendek dan renang. Kala itu Sapwaturahman masih berusia 5 tahun.

Namun, begitu dikenalkan oleh ayahnya dengan olahraga atletik, ternyata Sapwaturahman suka dengan olahraga tersebut. Setelah kurang lebih setahun berlatih dengan ayahnya Sapwaturahman mengikuti kejuaraan usia dini di Sumbawa dan di pun meraih peringkat satu di kejuaraan renang dan peringkat dua di lompat tinggi.

  Muay Thai Sisakan Empat Atlet di Pra-PON

Dari situlah Sapwaturahman mulai fokus berlatih. Saat duduk di bangku kelas 1 SMP, Sapwaturahman selalu dipanggil mewakili sekolahnya untuk ikut kejuaraan. Karena selalu menjuarai ajang regional NTB, Sapwa pun dipanggil ikut seleksi atlet PPLP NTB lewat Porseni tahun 2007 dan tahun 2008 dipanggil masuk PPLP NTB.

“Saya berhasil juara dua di nomor lompat tinggi di Porseni tingkat nasional di Jakarta tahun 2007. Dan tahun 2008 dipanggil menjadi atlet PPLP NTB,” kenangnya.

Belum setahun menjadi atlet PPLP NTB, Sapwaturahman dikirim mewakili NTB mengikuti kejuaraan nasional atletik antar-PPLP di Jakarta tahun 2008 dan berhasil meraih juara tiga di nomor lompat tinggi.

Selain latihan di nomor lompat tinggi, Sapwaturahman diminta oleh pelatih PPLP NTB, Suratman  (Almarhum) untuk latihan di nomor 100 meter. Pilihan latihan di 100 meter rupanya cukup tepat, pasalnya Sapwaturahman langsung menjuarai nomor 100 meter di kejurnas atletik antar-PPLP tahun 2008.

Atas prestasi tersebut, Sapwa dipanggil mengikuti Pelatnas persiapan kejurnas remaja tingkat Asia tahun 2009. Dan hasilnya Sapwaturahman masuk finalis di peringkat delapan besar Asia.

Sepulang mengikuti kejuaraan tingkat Asia, prestasi Sapwaturahman di nomor 10 meter terus bersinar. Yang mengejutkan, Sapwaturahman sukses memecahkan Rekornas remaja dan junior tahun 2010 dengan catatan waktu 10.63 detik. Ia berhasil melampaui Rekornas sebelumnya dipegang atlet NTB, Made Budiasa dengan limit 10.73 detik.

Prestasi Sapwa di tingkat remaja kala itu tak mampu ditandingi oleh atlet remaja dan junior nasional. Sehingga Sapwa selalu menjadi yang tercepat di tahun 2010 dan 2011. Namun menginjak usia senior, prestasi Sapwa di nomor 100 meter perorangan mulai redup. Ia kesulitan bersaing dengan seniornya, Fadlin dan Iswandi yang di tahun 2012 menjadi pelari tercepat di nasional.

  Persiapan PON, Delapan Petenis NTB akan Latihan di Jakarta

Melihat peluang di 100 meter berkurang, Sapwaturahman hijrah ke nomor lompat jauh dan lompat tinggi. Keinginan Spwaturahman berprestasi di lompat jauh dan lompat tinggi akhirnya terwujud setelah bertemu dengan pelatih NTB, Arya Yuniawan, yang memilih mundur dari Pelatnas tahun 2015.

Mulai tahun 2015 Sapwaturahman dilatih oleh Arya Yuniawan, dan hasilnya sangat memuaskan. Dimana pada PON 2016 Sapwaturahman berhasil meraih medali emas di nomor lompat tinggi dan perunggu di lompat jauh. Selain itu Sapwa juga sukses meraih medali emas di nomor tim  4×100 meter putra.

Selain sukses mendulang emas di PON, Sapwaturahman juga sukses meraih medali emas di nomor lompat jauh  dan perunggu di lompat tinggi SEA Games 2019. Dan saat ini ia dipersiapkan mengikuti PON tahun 2021. (fan/aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here