Sapa Warga Woha, Mori Hanafi Sajikan Musik Keliling

Bima (Suara NTB) – Ada yang berbeda dari agenda blusukan yang digelar Calon Wakil Gubernur nomor urut 2, H. Mori Hanafi. Saat menggelar blusukan di Kecamatan Woha, baru-baru ini, Mori bersama tim pemenangannya menyuguhkan musik keliling yang membuat suasana terasa begitu bersemangat.

Tak heran jika agenda blusukan Mori Hanafi begitu semarak. Politisi Partai Gerindra dengan potongan rambut yang kekinian ini disambut oleh melimpahnya masyarakat di jalan raya. Dari sikap mereka, tampak jelas mereka begitu menantikan kedatangan Calon Wakil Gubernur yang mendampingi TGH. Ahyar Abduh ini.

Iklan

Dalam agenda blusukan pada Minggu, 15 April 2018 itu, Mori mengawalinya dengan menyapa warga dari Desa Talabiu, Desa Risa, Desa Pandai, Desa Nggaro, Desa Keli, Desa Kalampa, Desa Samili. Blusukan ini memang menjadi lebih berasa meriah dikarenakan tim pemenangan Ahyar-Mori menyuguhkan musik keliling untuk menghibur masyarakat Kecamatan Woha.

Di setiap desa yang disinggahi, H. Mori Hanafi berkesempatan untuk menyampaikan pidato politiknya dengan menitikberatkan pada masa depan Dou Mbojo. Calon wakil gubernur no urut 2 ini juga turut menyempatkan diri hadir dan menyaksikan langsung pertandingan sepakbola yang diadakan di Lapangan Sepakbola Desa Semili.

Terobosan seperti musik keliling dan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan olahraga memang menjadikan pasangan Ahyar-Mori sebagai pasangan yang sangat memerhatikan kaum muda di NTB. Mori berkeyakinan, generasi muda di NTB sesungguhnya memiliki potensi yang luar biasa besar. Mereka membutuhkan wadah dan dukungan yang baik untuk menyalurkan potensi tersebut.

“Kami, pasangan Ahyar-Mori, adalah satu-satunya pasangan yang memberikan perhatian lebih kepada anak-anak muda NTB untuk berkreasi dan mewadahi bakat serta minat mereka dalam berekspresi,” ujar Mori dalam sebuah kesempatan.

Mori menambahkan, telah banyak sekali hal yang dilakukan pihaknya untuk membuktikan perhatian lebih mereka kepada semangat anak-anak muda di NTB ini.

Mulai dari memberdayakan kesenian-kesenian tradisional yang sudah mulai jarang, mengadakan kegiatan talkshow inspiratif bagi pemuda, hearing dan diskusi langsung dengan mereka, sampai dengan  menghadiri kegiatan stand up comedy.

“Itu semua kami lakukan karena kami percaya energi anak muda NTB ini sebenarnya sangatlah besar dan perlu diberdayakan,” ujarnya.

Mori menyadari, masih kurangnya perhatian kepada pemuda-pemudi di NTB ini. Oleh karena itu, jika pasangan Ahyar-Mori terpilih nanti, pasangan ini akan mewadahi dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan pemuda akan menjadi salah satu program unggulan mereka.

Selain keberpihakan pada generasi muda, Ahyar-Mori juga telah berulangkali menegaskan rencana pembangunan bendungan di beberapa daerah untuk mengairi sawah dan program 100 desa wisata. Terkait desa wisata ini, sudah ada beberapa desa wisata yang telah disurvei dan dilihat potensinya untuk dimasukkan dalam daftar 100 desa wisata unggulan seandainya mereka terpilih nanti.

“Namun, kami merasa perlu masukan dari masyarakat juga mengenai desa-desa mana yang memiliki potensi wisata namun kurang diperhatikan oleh pemerintah,” ujar Mori Hanafi melalui halaman Facebooknya.

Sejumlah warganet pun menyambut dengan antusias rencana Ahyar-Mori untuk membangun desa wisata ini.

Seorang warganet pengguna akun Feri Bramasta pun langsung mengusulkan desa Desa Tekasire di Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu untuk dikelola menjadi desa wisata. Ia pun menggambarkan keunggulan desa ini yang berada daerah pegunungan yang bagus dengan tanaman buah-buahan.

“Contohnya seperti di daerah malang bagian batu wisata apel, jeruk rambutan dan sebagainya coba di aplikasi seperti itu pak nanti saya konfirmasi dengan pak kades.. Kami siap mendukung jika bapak menang,” tandasnya. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here