Sangeang Api Status Waspada Level II

Foto udara aktivitas vulkanik pada Gunung Sangeang Api, Bima. Status gunung masih waspada level II dan masih aman bagi penerbangan. (Suara NTB/ist_ WA GROUP REGION BALI-NUSRA)    

Mataram (Suara NTB) – Gunung Sangeang Api, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, mengeluarkan abu vulkanik sejak Kamis, 18 Juli 2019. Terpantau letupan kecil yang menyebabkan semburan abu terpencar ke arah Barat.

Petugas Pos Gunung Api (PGA) Sangeang Api, Nur Hudha menjelaskan, saat ini status Gunung Sangeang Api masih waspada level II. Artinya sudah terpantau aktivitas sesimik dan erupsi meski dalam skala kecil.

Iklan

‘’Status Gunung Sangeang Api masih di level II (waspada), masih sama belum ada peningkatan atau penurunan,’’ kata Nurul Huda kepada Suara NTB via pesan instan Minggu, 21 Juli 2019.

Situasi itu menurutnya normal terjadi pada Sangaeang Api. Abu vulkanik bahkan setiap hari keluar. Sebab, gunung api aktif setinggi 1949 Mdpl itu masih dalam fase eruptif.

Pantauannya, terdengar suara gemuruh dan asap. Pada malam hari warna merah pada puncak gunung yang berarti ada aktivitas erupsi.

 Saat ini  musim angin timur sehingga arah abu ke bagian Barat.  Jika ada masyarakat yang merasa terpapar abu vulkanik,  agar segera melindungi diri dengan masker.

Dihubungi terpisah, Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah IV Daryatno kepada Suara NTB Minggu, 21 Juli 2019  sesuai pengamatan citra satelit himawari, terpantau letupan kecil satu kali lalu kemudian berhenti.  Sempat tidak terdeksi, letupan itu berlanjut, terpantau lagi Sabtu (20/7) hingga Minggu, 21 Juli 2019. Sejak terpantau Kamis lalu, abu vulkanik  Daro “Doro Afi”, sebutan puncak Sangeang Api, terdeteksi mengarah ke Barat.

Namun menurut Dayatno, sejauh ini tidak  mengganggu aktivitas penerbangan, khususnya untuk Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima. ‘’Karena jarak bandara dengan batas luar area VA (vulkanik) mencapai 14 NM (Nanometre),’’ sebutnya.

Abu Vulkanik juga mengarah ke Kabupaten Sumbawa, namun tidak sampai berpengaruh ke penerbangan di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa. Jarak  batas luar area vulkanik mencapai 15 NM,’’ kata Daryatno. (ars)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional