Sangat Sakral, ‘’Eder-eder’’ Digelar Setiap Delapan Tahun, Kabinda NTB: Memohon Keridhoan Allah untuk Diberi Keselamatan

Kabinda NTB, Ir Wahyudi saat memberikan keterangan pers dihadapan jurnalis didampingi tokoh adat. (Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Masyarakat Bilek Petung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Senin kemarin, 23 Agustus 2021 menggelar ritual Eder-eder untuk mendoakan keselamatan warga desa khususnya dan warga Lombok pada umumnya. Eder-eder ini menurut tokoh adat diadakan rangkaian doa tolak bala, dilanjutkan dengan mengelilingi desa dengan tetabuhan tujuh kali dan di setiap pojokan diberikan tanda dengan menanam penganan yang didoakan.

Ritual setiap windu sekali atau setiap delapan tahun ini, dilanjutkan dengan acara Nyampang kemudian ditambah dengan doa oleh enam kyai yang merupakan tokoh agama desa setempat. Acara ini diikuti oleh ratusan warga Bilek Petung dan warga sekitar Sembalun berlangsung khidmat dan sakral.

Iklan

Purnipe mengatakan selama ini, masyarakat adat terus berupaya untuk mempertahankan dan melestarikan nilai-nilai tradisi. Seperti untuk membasmi hama, tidak memakai pestisida tetapi dengan memanfaatkan binatang seperti belalang sehingga ekosistem terjaga dan tidak terkontaminasi.  Untuk menambah imun dan melawan pademi Covid 19 juga digelar acara Eder-eder dan doa tolak bala sehingga diharapkan semua tetap sehat dan sejahtera.

Ketua Dewan Pembina Laskar Sasak, Ir Wahyudi Adi Siswanto mengatakan Eder-eder ini merupakan akar budaya turun temurun yang digelar setiap delapan tahun sekali. ‘’Karena delapan tahun sekali jadi sangat sakral,’’ jelas Wahyudi yang juga Kabinda NTB.

Eder-eder sebagai warisan budaya tak bisa dihilangkan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang berbasis agama Islam. ‘’Doa yang meminta selamat dunia akhirat, dalam saat sekarang karena penderitaan pandemi cukup mencekam, mereka memohon keridhoan Allah untuk memberikan keselamatan,’’ tegasnya.

Eder-eder sama dengan Nyentulak atau tolak bala. Kalau tolak bala tidak periodik tapi Eder-eder periodik, setiap delapan tahun sekali. ‘’Jadi sangat ditunggu tunggu masyarakat,’’ ungkapnya seraya menambahkan mudah-mudahan doa-doa ini menjadi penting karena kita berpijak pada Pancasila, percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, kondisi pandemi Covid 19 seperti ini segera berakhir.

Ketua Laskar Sasak, Lalu Taharuddin mengatakan Laskar Sasak sebagai bagian dari kebudayaan dan peradaban Sasak terus mempertahankan dan melestarikan tradisi yang sudah ada. ‘’Kami akan kawal peradaban dan kemajuan bengsa ini dengan terus melestarikan kebudayaan yang kita miliki,’’ ujarnya.

Ketua Bale Mediasi NTB, Dr. HL Sajim mengapresasi Eder-eder ini dan menyambut baik. Demikian juga Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)  NTB, Dr. A. Rahman Sembahulun mengatakan Eder-eder ini merupakan ritual adat yang sudah lama dilaksanakan. ‘’Sebagai pewarisan nilai-nilai budaya,’’ tukasnya. (r)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional