Sang Ketua Parfi Terancam Hukuman Mati

Mataram (suarantb.com) – Kasus yang menjerat GB terus didalami pihak kepolisian. Dari perkembangan penyidikan terhadap Ketua Umum Parfi, ditemukan narkoba jenis sabu miliknya di lokasi terpisah sebanyak 28,02 gram.

Selain itu, GB juga diduga mengedarkan barang haram tersebut ke beberapa anggota Padepokan Brajamusti miliknya di Sukabumi. GB dapat dikenai pasal 114 ayat (1) dan/atau ayat (2) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Iklan

Kapolres Mataram, AKBP Heri Prihanto, saat ditemui di Mapolda NTB mengatakan GB dapat dijerat pasal tersebut, dikarenakan narkoba yang berada dalam penguasaannya telah melebihi lima gram. Hal itu ditambah lagi dengan alat bukti timbangan yang disinyalir untuk bertransaksi narkoba.

“Dengan pasal 114, ya bisa jadi. Karena ini lebih dari lima gram yang kita dapatkan itu. Apalagi kita temukan beberapa timbangan di rumahnya. Tetap kita dalami semua. Pada waktunya mungkin akan disampaikan oleh Kabid Humas,” ujar Heri di halaman Mapolda NTB, Selasa 20 September 2016.

Diketahui, dalam pasal 114 ayat (2) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba, disebutkan dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi satu kilogram atau melebihi lima batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya lima gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara

paling singkat 6  tahun dan paling lama 20  tahun.

Jika terbukti mengedarkan narkoba dikalangan Artis Parfi yang tidak lain murid padepokannya, GB bisa saja dihukum mati. Sementara, terkait pengakuannya bahwa narkoba yang diklaim dengan nama Aspat didapatkan dari Arab dan Turki, pihak penyidik tidak begitu saja meyakininya.

“Kita akan melakukan pendalaman terhadap barang tersebut. Penyidik tidak begitu saja percaya terkait keterangan GB. Makanya Polda membentuk tim,” terang Heri.

Pengakuan GB terkait narkoba yang dibawa ke Mataram diberikan oleh seorang temannya di Jakarta. GB mengklaim itu merupakan obat sesak napas yang berkhasiat bagi tubuhnya. (szr)