Sampel Obat yang Beredar di Dompu akan Diuji

Dompu (Suara NTB) – Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu berencana melakukan pengujian sampel obat yang beredar di seluruh pusat layanan kesehatan. Pengujian sampel obat akan dilakukan untuk lebih meyakinkan keaslian obat setelah terungkapnya vaksin palsu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Gatot Gunawan, SKM, M.MKes kepada Suara NTB, Kamis 21 Juli 2016 mengatakan, obat yang beredar di pusat layanan kesehatan di Kabupaten/Kota tetap mendapat pengawasan dari BPOM secara langsung.

Iklan

BPOM juga selalu menerima laporan dari perusahaan besar farmasi (PBF) tentang obat – obat yang dipesan oleh Kabupaten/Kota, sehingga dilakukan pemeriksaan sampelnya.

“BPOM selain melakukan pengawasan di Kabupaten, juga melakukan pengawasan di PBF. Karena PBF selalu memberikan laporan jenis obat yang didistribusikan ke masing – masing Kabupaten,” ungkapnya.

Namun pengalaman soal vaksin palsu, kata Gunawan, pihaknya akan menganggarkan mulai tahun 2017 mendatang untuk pengujian sampel obat yang beredar di Dompu.

“Tahun depan kita akan mengalokasikan dari APBD untuk melakukan pemeriksaan sampel obat yang paling sering dipakai di Puskesmas,” jelasnya. “Selama ini kita percaya dengan sistem (pengawasan obat) ini,” tambahnya.

Kendati demikian, Gatot mengaku memiliki tenaga apoteker yang selalu melakukan pengawasan terhadap setiap obat yang diterima dari perusahaan farmasi. Mulai dari kemasan maupun komposisi dan sebagainya. “Sesuai ketentuan untuk pengadaan obat, yang jelas menggunakan obat generik di katalog,” kata Gatot.

Temuan vaksin palsu menyebabkan kekhawatiran dari masyarakat. Karena vaksin ini diperuntukkan bagi kalangan tertentu mendapat pengawasan lebih, tapi bisa dipalsukan. Sehingga dugaan adanya kemungkinan obat dipalsukan. Apalagi perusahaan obat banyak langsung turun ke pusat – pusat layanan kesehatan untuk menawarkan obatnya. (ula)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here