Sampaikan Pesan Politik Melalui Pameran

Manggaukang Raba bersama H. Ibrahim dan H. Iskandar menggunting pita dimulainya pameran.

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Mewakili Gubernur NTB, Kepala Perpustakaan Provinsi, Dr. Ir. H. Manggaukang Raba membuka pameran polytikus dalam bingkai arsip dan literasi imaginer di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumbawa (Perpusip), Sabtu, 2 Maret 2019 malam. Event yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumbawa bekerjasama dengan Komunitas Sumbawa Visula Art dan Masyarakat Sejarah Indonesia (MSI) Sumbawa. Kreativitas para seniman ini sekaligus ingin menyampaikan pesan politik untuk berdemokrasi secara benar.

Menurut Mangga, panggilan akrabnya, melalui pameran, mereka mengajak masyarakat untuk memilih politisi yang baik. Mengajak untuk berdemokrasi dengan baik dan benar, sesuai dengan nilai nilai Pancasila.

Iklan

‘’Jadi kreativitas ini penting memberi kesadaran kepada kita, kepada publik bahwa kalau nanti pada Pemilu sebagai pesta demokrasi ini kita pilih orang-orang yang baik, jadi pemilih yang cerdas. Karena sekali menentukan lima tahun ke depan. Baik itu pemilihan anggota DPD, DPR hingga DPRD. Itulah inti yang ingin disampaikan lewat pameran ini. Jadi kita apresiasi,’’terangnya.

Kegiatan ini juga berdampak bagus untuk lembaga kearsipan. Bahkan Kantor Perpustakaan dan Kearsipan ini dipandang sebelah mata. Padahal, arsip begitu penting. Seperti yang berkaitan dengan arsip aset daerah. Kemudian, penelusuran sejarah terutama sejarah Sumbawa, yang bisa diketahui dari arsip arsip lama. Makanya arsip ini mesti tertata rapi. Arsip yang bisa menjadi bukti otentik sejarah Sumbawa yang sebenarnya.

‘’Kita katakan sejarah Sumbawa tidak banyak. Kita bertanya mana bukti sejarah yang membuktikan bahwa kita ini pernah ada kerajaan Hindu, zaman dari Dewa Awan Kuning sampai misalnya Islam masuk.’’ Mana bukti itu, tidak ada. Itu maksud saya, kita telusuri itu. Ke mana, mana asal usul orang Sumbawa terutama Islam. ‘’Dari Banjar kah, Sulawesi, Gresik kah Banten atau dari mana. Kadang-kadang saling klaim tapi tidak ada yang benar,”tutur Mangga.

Kemudian perpustakaan mesti harus lebih maju. Sekarang ini, buku yang tersedia adalah buku lama, karena pemerintah tidak menganggarkan pembelian buku buku baru. Harusnya buku yang tersedia up to date. Makanya, kegiatan ini bisa dijadikan momentum untuk kelembagaan kearsipan dan perpustakaan. Supaya jangan lagi dipandang sebelah mata.

Secara khusus, Mangga juga menyampaikan, pesan Gubernur NTB yang sangat peduli dengan proses kreatif seperti ini. Dengan lahirnya lukisan dari para perupa yang menjadi andalan daerah. Kegiatan ini sangat langkah, karena selama  ini proses berkesenian apalagi yang terkait dengan proses kreatif para perupa jarang dilakukan di lembaga kearsipan ataupun lembaga perpustakaan milik pemerintah.

‘’Saya kira ini adalah terobosan yang bagus. Mudah-mudahan kerja sama yang seperti ini dapat menjadi sesuatu yang terus berlanjut. Artinya  yang ingin kita harapkan, tidak hanya sebuah pameran yang insidentil. Saya kira perlu kita membuat karena seperti yang disampaikan banyak perupa kita yang punya potensi besar. Perlu ada pameran secara berkala,’’ terangnya.

Pihaknya berharap Pemkab dapat memfasilitasi kgiatan ini secara berkala. Untuk menjaring dan mengikutsertakan seluruh perupa di tingkat NTB hingga nanti pada skala nasional. Tema yang diangkat pun menarik, karena tema sosial. ‘’Saya kira para perupa yang terlibat di sini adalah para perupa yang  peduli sama politik, peduli pada demokrasi, peduli pada keutuhan negara ini. Saya kira ini yang penting kaitannya dengan kegiatan ini. Apa kesan pengunjung yang datang menonton pameran kita ini terhadap berbagai lukisan yang dipamerkan di sini. Sehingga ini akan menjadi bahan evaluasi kita untuk merancang kegiatan yang lebih bagus. seperti yang saya harapkan, ada kegiatan serupa yang bisa dilaksanakan secara berkala,’’ tukasnya.

Terakhir Mangga mengajak semuanya untuk meningkatkan literasi. Salah satunya ada pada karya seni.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumbawa, Ir. H. Ibrahim mengatakan, proses pengembangan sumber daya bukanlah urusan pemerintah semata tetapi dibutuhkan pelibatan aktif seluruh komponen dan potensi yang terserak di masyarakat. Ekspektasi aktualisasi diri para pemerhati sejarah, pegiat, penulis dan budayawan termasuk perupa butuh ruang pijakan yang kuat dalam melampiaskan ekspresi mereka.

‘’Kami menangkap penorehan sejarah pertama pameran perupa maha dahsyat anak bangsa tingkat Provinsi NTB ini untuk menambah khazanah dokumentasi arsip tekstual, substansi dari kegiatan ini sebagai bentuk implementasi komitmen dari motto bidang Kearsipan yakni Selamatkan Arsip dan Lestarikan  Sebelum Hilang Ditelan Zaman,’’ terangnya.

Penuangan konsep olah pikir imaginer mereka ke objek kanvas terhadap sesuatu yang telah, sedang dan akan berlangsung. Pihaknya yakin pada gilirannya agenda ini akan memiliki idampak luar biasa terhadap lahirnya literasi media baru berupa kesenirupaan di “Tau ke Tana Samawa” yang mampu menggerakkan semangat peningkatan kemampuan dan kecerdasan sehinga terwujudnya masyarakat  hebat dan bermartabat.

Melalui kegiatan ini akan terbangun pengakuan terhadap hasil karya seni dalam konteks memperkaya khazanah arsip dan literasi masyarakat. Kemudian terdokumentasinya arsip sebagai sesuatu yang fundamental dalam menggali karya seni seperti Seni Instalasi 3 Dimensi dan Lukisan 2 Dimensi, Video Art dan lain-lain.Terukirnya sejarah bahwa pemerintah harus hadir dalam seluruh strata kehidupan. Kegiatan ini berlabgsung dari 2-9 Maret ini.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sumbawa, yang juga Ketua Dewan Kesenian Sumbawa, Ir. H. Iskandar, menambahkan, seniman visual art ini lahir atau muncul ke permukaan ini justru di tengah kegersangan iklim seni rupa Kabapaten Sumbawa. Para perupa ini sudah mulai menunjukkan geliatnya. Sayang memang belum memilii galeri khusus.

‘’Mudah-mudahan dengan terbangunnya gedung kebudayaan, dapat menjadi ruang ekspresi sehingga tumbuh varian-varian produk seni rupa dari Kabupaten Sumbawa yang bisa mewarnai jenis tipe dan aliran seni rupa yang berkembang di tingkat nasional,’’ harapnya.

Beberapa lukisan ada datang dari beberapa pelukis perupa dari Pulau Lombok, kemudian dari Sumbawa Barat, ada juga dari Jakarta dipamerkan di gedung ini. Mudah-mudahan perkembangannya di Kabupaten Sumbawa akan menyemarakkan daerah ini, dan juga sejalan dengan semakin tumbuh dan berkembangnya semangat kita untuk menggeliatkan upaya mewujudkan Sumbawa yang semakin hebat dan bermartabat. (arn/ind/*)