Sampah Tak Kunjung Diangkut, Warga Hilang Kepercayaan Terhadap Pemkot Mataram

Mataram (suarantb.com) – Meski sudah disuarakan warga, sampah yang bertumpuk selama berbulan-bulan di sebelah timur pasar Kebon Roek tidak kunjung diangkut. Warga sekitar yang berjualan di sekitar tempat tersebut sudah tidak percaya lagi dengan janji pemerintah untuk membersihkan tempat tersebut.

Tumpukan sampah yang telah mengeluarkan bau busuk tersebut telah mengganggu aktivitas warga. Sebagian pedagang dan pembeli terlihat memakai masker karena udara sekitar tercemar, tidak hanya dengan bau sampah tetapi juga kotoran kuda.

Iklan

Seorang warga yang bermukim dekat dengan tempat tumpukan sampah tersebut, Mahsan mengaku sangat keberatan dengan kebijakan petugas kebersihan pasar, yang memungut biaya kebersihan per hari dan per bulannya. Namun buktinya sampah semakin tinggi, tak kunjung diangkut.

Mahsan membeberkan pihak pasar memungut uang kebersihan dari Rp 1.000 hingga Rp 4.000 per hari. Sedangkan pungutan biaya kebersihan bulanan lain lagi besarannya, tergantung besar kecilnya jualan pedagang.
“Mereka ngambil uang per hari, ada yang seribu, dua ribu sampai empat ribu. Lain lagi yang bulanan tapi yang diangkut hanya yang di kontainer saja,” ujarnya Jum’at, 9 September 2016.

Warga menyalahkan pemerintah yang hanya menjanjikan pengangkutan sampah. Masalah sampah di lingkungan tersebut telah terjadi bertahun tahun dan tetap dalam kondisi seperti itu. (ism)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here