Sampah Pasar Selak Mulai Teratasi

Mataram (Suara NTB) – Kinerja Dinas Lingkungan Hidup patut diberikan jempol. Sampah di Pasar Selak Mandalika selama ini jadi sumber masalah di Kota Mataram. Kini mulai teratasi dengan baik. Penempatan empat kontainer sampah dan petugas cukup efektif.

Pantuan Suara NTB, salah seorang petugas mengenakan serapan berwarna biru donker lengkap dengan topi dan tongkat duduk di bawah pohon sawo manila. Menghisap sebatang rokok dengan sigap ia mempeloti pengendara lalu lalang di hadapannya.

Iklan

Lelaki berkumis ini rupanya memiliki tugas mengawasi warga termasuk pedagang yang membuang sampah di areal Pasar Mandalika (Pasar Selak). Sesekali ia berdiri dan mengayunkan tongkatnya menghampiri warga yang membawa tumpukan sampah.

Pria itu mengarahkan agar sampah dibuang ke dalam kontainer. Tak canggung, ia naik ke atas kontainer memasukan sampah lalu mendorong dengan tongkat yang dipegang. Pekerjaan itu terus dikerjakan selama 24 jam.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Irwan Rahadi menyampaikan, persoalan sampah di Pasar Selak sudah dievaluasi. Penempatan petugas dan penambahan sarana di lokasi tersebut selama sebulan cukup efektif diterapkan. Teknis itu dikoordinasikan dengan PT. Pade Angen selaku pengelola pasar swasta di Mataram.

Pola kerjasama seperti kata Irwan dinilai sangat penting. Sebab, persoalan sampah di lokasi itu tidak terlepas dari kontribusi dari pasar yang dikelola PT. Pade Angen. Oleh karena itu, tata kelola lingkungan yang baik jadi persyaratan mutlak yang harus dipenuhi.

“Selama persoalan sampah di Pasar Selak tidak selesai, sehingga kami memiliki komitmen yang sama PT. Pade Angen untuk mewujudkan lingkungan baik itu,” kata Irwan ditemui pekan kemarin.

Teknis dari LH menyepakati membuat kebijakan melakukan pewadahan penerapan waktu dan disiplin pembuangan serta melayani terus menerus tiap hari. Untuk tanggungjawab penempatan petugas kontribusi atau tanggungjawab  dari PT. Pade Angen. Pihaknya kemudian melakukan pengangkutan pelayanan secara rutin.

Meskipun dalam satu bulan ini dinilai cukup efektif, namun butuh waktu ekstra keras untuk menyelesaikan persoalan tersebut. “Jika dipandang perlu penambahan tenaga nanti akan kita pikirkan ke arah sana,” ucapnya.

Selama ini, sumber sampah tersebut tidak saja dari lingkungan. Melainkan dari sampah pasar notabene yang dikelola oleh PT. Pade Angen. Irwan berharap pola seperti ini bisa berjalan dengan baik, sehingga sampah di Pasar Selak bisa tuntas dan tidak lagi jadi sumber masalah di Kota Mataram. (cem)