Sampah Menumpuk, TPS Karang Baru Ditutup

Seorang ibu rumah tangga kebingungan saat hendak membuang sampah di TPS Karang Baru, Rabu, 13 Januari 2021.  Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah tersebut ditutup dan akan digantikan dengan TPS mobile untuk mengurai masalah penumpukan sampah yang sering terjadi beberapa waktu belakangan.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Penumpukan sampah yang terjadi di Kota Mataram beberapa waktu belakangan mulai dikeluhkan warga. Menyebarnya aroma busuk dari tumpukan sampah menjadi momok utama. Untuk itu, konversi tempat pembuangan sampah (TPS) konvensional ke TPS mobile diharapkan menjadi solusi.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Edwin Zamroni menerangkan, salah satu TPS yang ditutup di awal 2021 ini adalah TPS Kelurahan Karang Baru di Jalan Dr. Soetomo Kecataman Selaparang. “TPS ini ditutup berdasarkan hasil musyawarah yang dipimpin Camat Selaparang dengan Lurah Karang Baru, Lurah Monjok, dan seluruh Kepala Lingkungan Karang Baru dan Kepala Lingkungan Kamasan,” ujarnya, Rabu, 13 Januari 2021.

Diterangkan, berdasarkan hasil musyawarah tersebut TPS Karang Baru digantikan dengan sistem TPS mobile dengan jatah pengangkutan 2 kali sehari. “Ini khusus mengangkut sampah yang ada di seluruh Lingkungan Karang Baru dan Lingkungan Kamasan,” jelasnya.

Menurut Edwin, peruntukan TPS Karang Baru sebelumnya dikhususkan untuk menampung sampa hdari Kelurahan Karang Baru dan Lingkungan Kamasan. Kendati demikian, penumpukan sampah yang terjadi beberapa waktu belakangan memicu proters warga.

Terlebih ditemukan indikasi adanya orang luar Kelurahan Karang Baru bahkan luar Kota Mataram yang membuang sampah di TPS tersebut. “Sampah di sana dalam waktu singkat sudah menumpuk lagi. Padahal baru sehari diangkat oleh petugas kami,” ujarnya.

Di sisi lian, mengikuti aturan yang berlaku penempatan TPS di pinggir jalan juga disebutnya tidak direkomendasikan. Di mana TPS Karang Baru kebetulan bertempat di pinggir jalan karena keterbatasan lahan untuk dijadikan TPS di kelurahan tersebut.

Camat Selaparang, Lalu Muksan Jalaludin, menerangkan berdasarkan hasil musyawarah yang dipimpinnya penutupan TPS Karang Baru diharapkan dapat mengurai masalah penumpukan sampah yang terjadi beberapa waktu belakangan. Kendati demikian, pihaknya mengimbau seluruh masyarakat dan operator roda tiga untuk mengikuti jadwal pengangkutan sampah yang telah disepakati.

“Kita sudah sepakat sampah dibungkus dari rumah tangga tanpa tercecer, langsung dibawa operator ke truk pengangkut yang sudah menunggu. Ini baru kita putuskan kemarin (Selasa, 12 Januari 2021), jadi kita berharap sosialisasinya sudah berjalan,” ujar Muksan. Jam angkut sendiri telah diatur dalam dua sif, yaitu pukul 09.00-11.00 Wita untuk sif pagi dan pukul 14.00-16.00 Wita untuk sif siang.

Ditekankan Muksan, TPS mobile yang disiapkan sendiri hanya diperuntukkan bagi masyarakat seputaran Karang Baru dan Kamasan. Hal tersebut mengikuti temuan pihaknya, di mana banyak masyarakat luar Kelurahan Karang Baru yang membuang sampah di TPS tersebut.

“Beberapa hari kita lihat di TPS itu membeludak sampahnya sampai ke badan jalan. Kalau selama ini, sampah seputaran warga Karang Baru tidak akan pernah penuh seperti itu, dan ternyata ada temuan-temuan,” ujarnya. Untuk mengurai potensi penumpukan sampah lainnya, pihaknya juga mengalihkan pembuangan sampah untuk Kelurahan Monjok Timur di TPS Lawata. “Ini untuk mengurangi beban yang ada di TPS mobile di Karang baru,” pungkasnya. (bay)