Sampah Berserakan, Bibir Pantai Labuhan Haji seperti TPA

Beginilah pemandangan di bibir Pantai Labuhan Haji yang masih dipenuhi sampah. diperlukan kerjasama semua pihak dalam membersihkan sampah di pantai dekat ibukota Lotim ini. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Tumpukan sampah masih kerap terjadi di Pantai Labuhan Haji, Lombok Timur (Lotim). Meski kerap dilakukan aksi gotong royong di lokasi ini, namun penanganan sampah tak kunjung tuntas. Bibir pantai yang terletak di Kecamatan Labuhan Haji ini ibarat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

Pantauan Suara NTB, Rabu, 4 Maret 2020, hampir di sepanjang bibir Pantai Labuhan Haji terpantau sampah yang menggunung dan mengapung di laut Pantai Labuhan Haji. Pasalnya, pemandangan itu secara rutin terlihat apabila berkunjung ke pantai yang tidak jauh dari jantung kota Kabupaten Lotim ini.

Iklan

Syafrudin, warga setempat menuturkan pembersihan sampah yang terdapat di bibir pantai hampir tidak pernah dilakukan oleh pemerintah desa, kecamatan maupun kabupaten. Pembersihan sampah di Pantai Labuhan Haji hanya dilakukan oleh pihak-pihak swasta atau organisasi-organisasi yang sedang berkegiatan. Itupun hanya satu kali dalam setahun. “Selebihnya sampah-sampah terkesan tidak dipedulikan,” katanya.

Akibatnya, Syafrudin yang juga seorang nelayan kerap mengakui kesulitan ketika saat pergi maupun pulang melaut. Baling-baling mesin kapal yang digunakan sering terlilit sampah. Kegiatan bersih pantai hanya dilakukan seumur jagung kemudian hilang. “Sampah ini memang sangat kita sayangkan. Meskipun sampah kiriman dari sungai. Tapi semestinya ada penanganan dari pemerintah, minimal desa,” ujarnya.

Sampah yang terdapat di Pantai Labuhan Haji beragam, mulai dari sampah plastik dan limbah rumah tangga. Hal ini tidak hanya menjadi momok bagi masyarakat setempat, melainkan juga bagi pengunjung. Di mana, sampah-sampah itu disebabkan lantaran terbawa arus hingga terdampak di bibir Pantai Labuhan Haji.

Dampak dari banyaknya sampah di bibir pantai tidak hanya berdampak pada tingkat kunjungan dari objek wisata itu sendiri. Melainkan pula sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekosistem laut. Apabila suatu pantai terbebas dari sampah, maka pertumbuhan ekosistem laut semakin baik.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. H. Marhaban, mengatakan untuk penanganan sampah di Pantai Labuhan Haji, pemerintah saat ini belum dapat maksimal. Untuk itu diharapkan kepada pemerintah desa dan masyarakat setempat untuk menangani masalah itu secara bertahap dan gotong royong meskipun pemerintah daerah melakukannya secara manual.

“Kita mengimbau kepada pemerintah desa untuk membersihkan sampah-sampah tersebut secara berkesimbangunan. Tidak hanya mengandalkan pemerintah daerah. Kita akui sampah di Pantai Labuhan Haji memang menjadi momok yang sangat meresahkan,”jelasnya. (yon)