Sambut WSBK, Event Sekotong Triathlon Bakal Diikuti Sejumlah WNA

Ma'ad Adnan. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Event Triathlon yang mengambil lokasi di Sekotong, Lombok Barat (Lobar) akan digelar tanggal 7 November mendatang. Setelah mengalami beberapa kali penundaan, akibat Covid-19 belum melandai. Dalam event yang juga digelar untuk menyambut perhelatan World Superbike (WSBK) ini terdapat tiga orang warga negara asing (WNA) yang sudah ikut mendaftar.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lobar, Ma’ad Adnan mengatakan setelah mengalami beberapa kali penundaan dari rencana awal bulan Juli, kemudian Agustus ke September terkendala PPPKM level 3. Selanjutnya awal Oktober terbentur dengan PON Papua sehingga disepakati dengan FTI diadakan setelah PON. “Dan Alhamdulillah level PPKM menunjukkan ke arah lebih baik, sehingga ini sangat memungkinkan untuk dilaksanakan, karena itu kita programkan untuk dilaksanankan tanggal 7 November,” jelas Ma’ad.

Iklan

Berbagai persiapan pun sudah dilakukan. Terakhir dilakukan rapat teknis dengan mengundang semua yang terlibat baik dari lintas OPD terkait. Seperti Dinas kesehatan, Perhubungan, Satpol PP, LH, PU, Kominfo, Damkar dan Dinas Pariwisata. Termasuk melibatkan kecamatan dan desa. Pantia pun sudah dibentuk dan ditandatangani oleh bupati. Pada rapat yang dipimpin asisten I itu, sudah dilakukan pembagian tugas masing-masing OPD.

Terutama Dikes, menyiapkan tiga ambulans dan di dalam satu ambulans ada satu dokter serta dua perawat. Termasuk dibahas perubahan pada jarak tempuh bersepeda. Triathlon sendiri ada tiga cabor, mulai dari renang, bersepeda, baru berlari. Panjang lintasan renang 750 meter di seputaran dermaga Tawun.

Setelah itu, peserta naik membilas badan barulah naik sepeda. “Sepeda ini awalnya jarak tempuh 27,5 kilometer tapi ada perubahan menjadi 20 kilometer rutenya dari dermaga ke barat (arah Pelangan), selanjutnya untuk lari ke arah timur (arah Sekotong Tengah),” sebut dia.

Terkait jalur atau rute lintasan ini sudah dikoordinasikan dengan pihak Polres, Polsek maupun Koramil. Terkait bagaimana rekayasa lalu lintas di sana nanti kewenangan kepolisian. “Persiapan sudah matang,” ujarnya. Ia menambahkan sejauh ini dari target 100 peserta yang baru mendaftar 35 orang. “Di mana terdapat tiga orang WNA yang sudah mendaftar,” ujarnya. Dalam dua tiga hari kedepan, jumlah peserta ini diyakini melampaui 100.

Ia menambahkan, event ini butuh perhatian dan dukungan semua pihak. Karena saat ini warga haus dengan kegiatan di masa Pandemi ini. Kedepan kata dia, event ini masuk kalender tetap Dinas Pariwisata. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional