Sambut WSBK dan MotoGP, MGPA Siapkan ‘’Marketplace’’ Produk UMKM NTB

Purbaya Yudhi Sadewa, Oversight Board MGPA (Dewan Pengawas) proyek sirkuit Mandalika, mengecek progres pembangunan sirkuit internasional Mandalika, Selasa kemarin. Didampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, Dirut MGPA Ricky Baheramsjah. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB)Mandalika Grandprix Assocation (MGPA) selaku operator gelaran MotoGP dan World Superbike (WSBK) di Indonesia, telah menyiapkan marketplace khusus sebagai tempat promosi sekaligus penjualan bagi produk-produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di NTB, secara online. Saat ini total ada sekitar 120 produk UMKM di NTB yang sudah masuk daftar dan dinyatakan lolos proses kurasi oleh pihak MGPA.

Hal itu diungkapkan Chief Strategic and Communication MGPA, Happy Harinto, Selasa, 28 September 2021. Produk-produk yang masuk marketplace merupakan produk dari sekitar 30 pelaku UMKM yang ada di daerah ini, termasuk UMKM asal Lombok Tengah (Loteng) sendiri. Dari sekitar 600 pelaku UMKM yang didata dan diseleksi di seluruh wilayah NTB, dengan berbagai produk yang dihasilkan.

Iklan

Namun pada akhirnya hanya 30 UMKM yang produknya lolos dan akan dipasarkan secara online maupun off line pada event balapan nantinya. Baik itu WSBK yang akan digelar pada pertengahan November nanti maupun event MotoGP pada tahun 2022 mendatang sebagai merchandise resmi gelaran dunia tersebut.

‘’Produk-produknya terutama berupa produk dari mutiara, ketak, perak serta kain tenun. Karena memang itu produk khas daerah ini yang tidak dimiliki daerah lain. Sehingga dinilai layak sebagai merchandise atau cinderamata bagi para penonton MotoGP ataupaun WSBK nantinya,’’ ujar Happy.

Lalu bagaimana dengan produk dari UMKM lainnya? Happy menegaskan tidak ada masalah. Produk-produk tersebut tetap bisa dipasarkan pada event balapan nantinya. Dan, pihak penyelenggara balapan tentunya juga sudahh menyiapkan space untuk tempat penjualan produk-produk UMKM yang ada di daerah ini.

‘’Hanya saja yang dijual secara resmi baik itu secara off line saat balapan berlangsung maupun secara online oleh pihak MGPA ialah produk-produk UMKM yang sudah dinyatakan lolos seleksi. Karena memang produk-produk tersebut secara kualitas maupun kuantitas produksi sudah memenuhi kriteria yang ditentukan oleh pihak Dorna Sport selaku penyelenggaran MotoGP maupun WSBK,’’ tegasnya.

Ke depan, jumlah produk ataupun UMKM yang bisa masuk di marketplace untuk event MotoGP maupun WSBK, masih ada kemungkinan untuk bertambah. Jadi kalau ada pelaku UMKM yang memiliki produk khas yang bisa dijual sebagai merchandise bisa mengajukan diri. Tapi tentu ada proses seleksi oleh MGPA nantinya. Untuk melihat kelayakan dari produk tersebut.

Dan, banyak aspek yang dinilai. Tidak hanya kekhasan produk tersebut. Tetapi juga lini produksinya harus terjamin. ‘’Satu hal yang juga perlu diperhatikan, produk UMKM dalam hal ini artinya luas. Tidak melulu soal produk barang saja. Tapi juga bisa berupa layanan jasa ataupun lainnya. Salah satunya lokasi camping ground juga bisa ditawarkan untuk dibantu penjualan melalui marketplace yang ada,’’ tegasnya seraya menambahkan, kalau bicara merchandise tentu berupa produk atau barang. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional