Sambut WSBK dan MotoGP, Kemenhub Alokasikan Rp17 Miliar untuk PJU dan Marka Jalan ‘’Bypass’’ Mandalika

Progres pengerjaan pengaspalan jalan bypass Mandalika paket I. Proyek pembangunan jalan bypass sepanjang 17 km tersebut ditargetkan rampung akhir September 2021. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Konstruksi pembangunan jalan bypass Mandalika ditargetkan rampung akhir September ini. Sementara untuk pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) dan marka jalan bypass Mandalika, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengalokasikan anggaran sebesar Rp17 miliar.

Pemasangan PJU dan marka jalan bypass Mandalika sepanjang 17 km tersebut juga ditargetkan rampung sebelum perhelatan World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika yang direncanakan pertengahan November mendatang.

Iklan
Progres pengerjaan pengaspalan jalan bypass Mandalika paket I. Proyek pembangunan jalan bypass sepanjang 17 km tersebut ditargetkan rampung akhir September 2021. (Suara NTB/ist)

‘’Bypass Mandalika akan selesai akhir September 100 persen sepanjang 17 km. Saat ini pengerjaan fisiknya sudah hampir 90 persen. Jadi, Insya Allah selesai September dan bisa melayani World Superbike,’’ ujar Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. H. Ridwan Syah, M.M., M.Sc., M.T.P dikonfirmasi Senin, 6 September 2021.

Ridwan menyebutkan,  progres pengerjaan fisik proyek bypass Mandalika I terhadap kontrak sudah mencapai 93,80 persen sampai 2 September 2021. Kemudian proyek bypass Mandalika paket 2 sebesar 90,83 persen dan paket III sebesar 81,83 persen.

Untuk pembangunan proyek bypass Mandalika paket I dikerjakan oleh Nindya – Bumiagung KSO dengan nilai kontrak sebesar Rp181,6 miliar lebih. Dengan panjang jalan yang dikerjakan 4,3 km.

Kemudian untuk pembangunan bypass Mandalika paket II dikerjakan oleh kontrakor Adhi – Metro KSO dengan nilai kontrak Rp321,73 miliar. Dengan panjang jalan yang dikerjakan 9,7 km.

Sedangkan pembangunan proyek bypass Mandalika paket III dikerjakan oleh kontraktor PT. Yasa Patria Perkasa dengan nilai kontrak sebesar Rp138,59 miliar. Dengan panjang jalan yang dikerjakan 3,363 km.

Ridwan menambahkan, untuk pemasangan PJU dan marka jalan bypass Mandalika, Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp17 miliar. Ia mengungkapkan, pekerjaan pemasangan PJU dan marka jalan bypass Mandalika sudah dilakukan tender oleh Kemenhub, namun gagal tender. Sehingga dilakukan tender ulang.

Pembangunan jalan bypass Mandalika dibangun dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020-2021. Untuk meningkatkan kelancaran arus lalu lintas, pembangunan jalan juga akan dilengkapi dengan overpass dan jembatan penyeberangan orang (JPO).

Secara total, ada 12 overpass, 1 jembatan, dan 3 jembatan penyeberangan orang yang dibangun di ruas jalan ini untuk memperlancar arus lalu lintas dan memfasilitasi akses bagi warga sekitar. Keberadaan jalan bypass akan mengurangi waktu tempuh dari Bandara Internasional Lombok menuju KEK Mandalika dari yang semula 30 menit menjadi 15 menit.

Untuk kenyamanan wisatawan, akses menuju Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Mandalika juga didukung oleh jalan nasional yang telah memenuhi standar. Jalan-jalan nasional dari bandara  menuju KEK Mandalika antara lain ruas jalan Tanak Awu-Sengkol sepanjang 5,03 km dan Sengkol-Kuta sepanjang 10,79 km telah terbangun 2 lajur dan memiliki lebar standar serta dalam kondisi mantap. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional