Sambut MotoGP, Pemprov NTB Inisiasi Koperasi Khusus UMKM

H. Wirajaya Kusuma. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Provinsi NTB serius menyiapkan diri sebagai tuan rumah gelaran MotoGP 2021. Salah satu bentuk keseriusan itu adalah inisiatif mendorong terbentuknya satu koperasi yang menaungi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). “Secara lisan inisiasi ini saya sudah sampaikan kepada staf khusus Menteri Koperasi saat datang bersama LPDB (Lembaga Pengembangan Dana Bergulir),” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, Drs. H. Wirajaya Kusuma, MH.

Kepada staf khusus Menkop RI ini dititip agar pemerintah menyiapkan satu koperasi modern yang mewadahi UMKM. Koperasi ini bisa dijadikan pilot project. Basisnya di KEK Mandalika sebagai tempat penyelenggaraan event MotoGP. Kementerian Koperasi menurutnya dapat mengambil bagian pada event internasional ini. Usulan satu koperasi ini dinilai in line dengan semangat Kementerian Koperasi membangun koperasi modern.

Iklan

Dinas Koperasi dan UMKM, lanjut Mantan Kepala Biro Perekonomian Setda NTB ini tengah mempersiapkan para pelaku UMKM menyambut MotoGP. Salah satunya dengan meningkatkan kapasitas produk, manajemen usaha, maupun aspek pemasarannya. Termasuk dengan Bank Indonesia dan stakeholders lainnya mempersiapkan UMKM mengambil bagian sebagai tuan rumah MotoGP.

UMKM lokal bisa menjadi pelaku penyedia merchandise untuk kebutuhan para pengunjung (penonton) MotoGP. Mandalika Grand Prix Association (MGPA) yang merupakan anak perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan race MotoGP di bawah naungan ITDC juga telah melakukan kurasi kepada UMKM di bawah koperasi Kreatif Citra Lombok (KCL).

“Apa model-model yang diminta oleh MGPA sebagai syarat produk UMKM sudah dipenuhi. Cuma sampai sekarang belum ada kejelasannya. Apakah barang itu sudah disetujui untuk disiapkan oleh teman-teman UMKM atau bagaimana. Tetapi yang jelas quality produk sudah kita kurasi sebagai standar kebutuhan merchandise saat MotoGP,” ujarnya.

Kepada ITDC, diminta untuk melanjutkan kegiatan kurasi yang dilakukan kepada UMKM. Persiapan lain yang dilakukan adalah menjembatani UMKM dengan LPDB untuk memenuhi kebutuhan modal UMKM berproduksi. “Untuk standar dan kualitas produk ini, kita bersama OPD teknis lainnya, seperti Dinas Perindustrian dan Dinas Perdagangan bersama-sama membantu UMKM. NTB Mall isinya adalah UMKM dan IKM. Artinya kita sama sama melakukannya,” katanya. (bul)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional