Sambut Event Internasional, Japnas NTB Saling Menguatkan

Anggota Japnas NTB dan pengurus berdiskusi tantangan dan peluang.(Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Pengurus dan anggota Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) di NTB mulai saling menguatkan, menyiapkan diri ambil bagian dari momentum event-event berskala nasional dan internasional yang akan dihelat di Lombok, NTB. Seperti halnya yang dilakukan Senin, 7 Juni 2021.

Ketua Japnas NTB, I Made Agus Ariana, bersama Dewan Pengawas Japnas NTB, I Wayan Karioka melakukan pertemuan dengan pengurus dan anggota Japnas NTB di tongkrongan NTB Mall. Banyak hal yang dibahas. Secara umum tentang tantangan dan peluang bangkit di masa pandemi Covid-19, hingga persiapan menjadi tuan di rumah sendiri pada penyelenggaraan event-event besar di NTB tahun ini dan seterusnya.

Iklan

Ditengah pandemi Covid-19 ini, menurutnya Japnas bisa berperan penting dalan peningkatan kinerja masing-masing pengusaha (anggota). Covid sangat banyak memberikan pelajaran penting bagi masing-masing pengusaha. Selain mendorong para anggota Japnas untuk konsen terhadap masing-masing usahanya. Japnas NTB Menurutnya perlu membuat biro khusus di dalam organisasi Japnas.

Biro inilah yang bertugas mengkoordinasikan pengusaha dengan pemerintah beserta kebijakannya. Memberikan arah orientasi pengusaha ke depannya, lalu bagaimana kontribusi IT terhadap dunia usaha. Serta pengembangan organisasi. Lalu di bagian lain, sejumlah kegiatan berskala nasional dan internasional yang akan diselenggarakan di NTB tahun ini  misalnya, gelaran Superbike, L’Etape dan Hutama Karya Endurance Challenge.

Digelar mulai Agustus – November 2021. Lalu tahun 2022 ada gelaran Balap MotoGP di Sirkuit Mandalika. Yang menarik di NTB  ini perlu memanfaatkan/mengoptimalkan event internasional yang dilaksanakan di NTB. Pengusaha-pengusaha lokal harus merebut peluang ini. Disaat daerah-daerah lain sedang turun kondisi sektor wisatanya. “Pemerintah sudah mengambil putusan event motoGP tetap berlangsung di Lombok, dan tahun ini dimulai dengan superbike November. Teman-teman Japnas harus berkoordinasi merebut pasar, merebut peluang sebagai dampak dari event-event besar ini, “ imbuhnya.

Tidak bisa bergerak sendiri-sendiri secara parsial. Harus ada gerak bersama melalui organisasi. Agar harapan yang dicapai jauh lebih optimal. “Japnas bisa menyediakan informasi segala sesuatunya. Bisa saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan apapun, misalnya terkait kebutuhan sumber daya manusia. Apalagi ke depan, tantangannya jauh lebih dinamis. Disinilah sinergi perlu dibangun untuk menyesuaikan kondisi yang cepat berubah itu,” imbuhnya.

Lebih jauh ditambahkan, NTB ini masih beruntung. Pertumbuhan ekonominya minus 1 persen, jauh lebih baik dibandingkan dengan Bali yang minus hingga 9 persen. Artinya, ada harapan yang lebih baik di NTB. Organisasi perlu melakukan kajian – kajian sektor mana yang memiliki peluang besar untuk difokuskan oleh dunia usaha.

Sementara Ketua Japnas NTB, I Made Agus Ariana mengatakan, Japnas NTB akan rutin menggelar pertemuan, silaturrahim sesama pengurus dan anggota yang berkesempatan. Tujuannya saling mendalami bisnis lain yang potensial. Atau bagaimana mengembangkan bisnis yang digeluti. “Apalagi situasi pandemic ini, situasinya bisa berubah-ubah. Misalnya, Superbike, apakah ada atau tidak penontonya. Bagaimana kegiatannya berlangsung. Situasi ini kita pelajari bersama untuk kita sesuaikan dengan peluangnya,” demikian Agus. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional