Sambut CHSE, Wonderful Suryawangi Diharapkan Dongkrak Wisata Lotim

Sambut CHSE, Pemda Lotim Launching Wonderful Suryawangi yang diharapkan dapat mendongkrak pengembangan pariwisata di Lotim, Sabtu, 20 Maret 2021.(Suara NTB/yon)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Dr.H. Sandiaga Salahuddin Uno mempersilahkan pemerintah daerah untuk menggelar event-event kepariwisataan di destinasi wisata. Namun penyelenggaraan event ini diharuskan berpedoman pada CHSE (Cleanliness,Health, Safety Environment Sustainability) atau prinsip kebersihan, kesehatan, keamanan dan kelestarian lingkungan.

Pemda Lotim menyambut baik kebijakan Kemenparekraf dengan melaunching Wonderful Suryawangi sebagai destinasi wisata baru yang akan dirancang oleh Dinas Pariwisata menjadi kawasan wisata pada Sabtu, 20 Maret 2021.

Iklan

Hadir pada kesempatan itu, Sekda Lotim, Drs. H. M. Juaini Taofik M.AP yang didampingi Kadis Pariwisata Dr. H. Mugni dan Camat Labuan Haji, Muhir, S.Pd. Wonderful Suryawangi menyajikan event kuliner jajanan khas Lombok, seperti jajan Temerodok khas Sakra, Kerake Kelayu, Bantal Gapuk dan juga ada event lomba masak, serta lomba expose kicau burung mania dan ayam tangkas.

Hadirnya aneka kuliner dan jajanan lokal ini diharapkan dapat mendongkrak perekonomian masyarakat. Untuk itu setiap pengunjung harus diperlakukan sama, mulai dari penarikan tiket masuk ke kawasan Suryawangi hingga uang parkir. Sesuai ketentuan yang ada tidak boleh ada yang diistimewakan.

“Saya ambil contoh seperti Wonderful Jeju di Korea Selatan yang pernah saya kunjungi, disana semua pengunjung diperlakukan sama,” tutur Sekda, akhir pekan lalu.

Sekda berharap kepada Dinas Pariwisata dan Camat Labuhan Haji untuk melakukan pembinaan kepada pelaku wisata atau Pokdarwis setempat sehingga wisatawan tertarik untuk datang ke Pantai Suryawangi ini. Pelaku wisata juga harus mampu menerima sebuah kritik menjadi kreatifitas, dimana kritikan dari masyarakat, pebisnis, pemerhati lingkungan, media harus diolah menjadi kreatifitas.  “Pelaku wisata harus mampu berkolaborasi,”pesannya.

Misalnya bukti kolaborasi yang dapat disaksikan saat ini adalah kolaborasi dengan para Teruna Dedare Lotim, kolaborasi event juru masak, penggemar burung dan lainnya. Kolaborasi ini tidak hanya sampai pada saat pembukaan, melainkan ke depan Suryawangi akan semakin indah.

Sekda menitipkan pesan kepada Pokdarwis agar dalam bekerja tidak ada yang menjadi ‘Superman’ tetapi jadilah Supertim. Artinya dalam pengelolaan destinasi jangan ada yang merasa lebih hebat dari yang lain. “Kita ingin ada supertim yang hebat sehingga apa yang kita rencanakan akan dapat kita jalankan dengan baik,”ungkapnya.

Ketua Pokdarwis Suryawangi, Kecamatan Labuhan Haji, Buhaidi berharap destinasi wisata Pantai Suryawangi dapat menjadi tempat berwisata bagi masyarakat dan para wisatawan. Pasalnya tempatnya sangat strategis, bersih dan indah karena konsep penanganannya akan dibarengi event-event yang menarik bagi wisatawan. Bahkan pelakunya akan diwajibkan menggunakan pakaian adat Sasak.

“Konsep kita di destinasi Pantai Suryawangi ini mengedepankan kearifan lokal, sehingga teman-teman anggota Pokdarwis yang bertugas akan diwajibkan menggunakan pakaian adat Sasak, dalam melayani pengunjung,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lotim, H. Mugni mengatakan, masa pandemi ini bukan berarti wisata mati. Ditekankan, obyek wisata ini bersih, sehat, aman dan lingkungan mendukug. “Sesuai arahan dari Kementarian Pariwisata, obyek wisata itu CHSE,” terangnya.

Sabtu lalu, Dispar Lotim melakukan ekspos Kuliner Khas Sasak di Suryawangi. Diakomodir komunitas burung, lomba ayam jago. “Kita tidak mengundang orang, tapi yang mau datang menyaksikan silakan sambil menikmati keindahan Suryawangi,” ungkapnya.

Wisata di tengah pandemi menuntut untuk kreatif. Pada obyek-obyek wisata disarankan para pelaku kreatif dan inovatif. Semakin bagus maka makin cepat akan membangkitkan kembali perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata.

Khusus Pantai Suryawangi, Dispar Lotim mengingatkan agar benar-benar dijaga dan dikelola dengan baik oleh Pokdarwis yang sudah ditunjuk. Jalur lalu litas jalan yang ada di pinggir pantai diharapkan tidak dilalui oleh kendaraan-kendaraan besar. “Jangan dilewati oleh dam truk,” pintanya.

Selanjutnya tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak obyek wisata yang blankspot. Termasuk pantai Suryawangi. Harapannya, Kominfo segera memasangkan tower agar para pengunjung ini bisa mengakses jaringan internet. “Mash kendalanya internet sekarnag, kita berharap Kominfo segera pasangkan tower,” imbuhnya. (yon/rus)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional