Sambut Baik Rencana Pengangkatan Guru Honorer Jadi PPPK

H. Mukhlis. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengangkat 1 juta guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) disambut baik banyak pihak. Tak terkecuali Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang menyatakan, langkah tersebut akan memberi banyak solusi. Tidak saja untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar selama ini tetapi juga akan mampu meningkatkan kualitas guru honorer dan kesejahteraannya.

“Kami sudah dengar info itu (pengangkatan honorer jadi PPPK). Dan menurut kami itu sangat bagus,” cetus kepala Dinas Dikbud KSB, H. Mukhlis kepada Suara NTB.

Ia menjelaskan, selama ini kekurangan guru mulai TK, SD hingga SMP banyak diisi oleh tenaga honorer. Karenanya keberadaan mereka sangat penting dalam pelaksanaan pendidikan di daerah. Meski tenaga mereka kemudian banyak digunakan, tetapi para guru honorer terbatas untuk dikaryakan terutama dalam peningkatan kualitasnya sebagai tenaga pengajar. “Nah kalau mereka diangkat jadi PPPK kan haknya sama dengan guru ASN. Mereka bisa kita tingkatkan kualitasnya dengan pelatihan. Dan yang terpenting kesejahteraannya lebih terjamin juga,” timpal H. Mukhlis.

Tidak saja dari sisi pemenuhan tenaga guru sehingga semakin memperbaiki kualitas pendidikan di daerah. Pengangkatan guru honorer dengan merubah statusnya sebagai tenaga PPPK, lanjut mantan Asisten I Setda KSB ini dapat sedikit membantu daerah. Sebab dengan ditetapkan sebagai PPPK, para guru honorer kemudian akan digaji langsung oleh negara. “Sama seperti guru PNS, mereka kan nanti kan gajinya disiapkan negara. Tidak lagi pakai APBD seperti sekarang,” ujarnya.

Terakhir H. Mukhlis menyampaikan, meski belum ada jadwal pastinya. Ia berharap para guru honorer dan sejenisnya dapat mempersiapkan diri sejak sekarang. Sebab nantinya proses pengangkatan akan dilaksanakan melalui proses seleksi. “Katanya tahun depan mulainya. Dan kesempatannya terbuka lebar karena kalau tidak salah yang diangkat mulai rentang umur 20 sampai 59 tahun. Itu kan sama seperti tidak ada batas umur,” tukasnya.

Kemendikbud sendiri memang berencana membuka seluas-luasnya pengangkatan guru PPPK itu. Tidak terbatas guru honorer K2, non kategori, dan fresh graduate lulusan program pendidikan guru (PPG) juga diberi kesempatan mengikuti seleksi. Termasuk juga bagi guru yang saat ini sedang mengajar di sekolah-sekolah swasta. (bug)