Sambut Baik Komitmen AMNT, Gubernur Minta Pembangunan Smelter Segera Direalisasikan

Mataram (Suara NTB) – Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) akan membangun smelter atau fasilitas pemurnian mineral di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dengan nilai investasi Rp 10 triliun. Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyambut baik rencana ini dan meminta segera direalisasikan.

Ia mengatakan, Pemprov NTB akan memberikan kemudahan-kemudahan dalam berinvestasi. Namun, dalam pembangunan smelter tersebut, gubernur menekankan aspek lingkungan harus menjadi perhatian, jangan sampai menurunkan kualitas lingkungan yang ada.

Iklan

”Regulasi akan kita permudah, yang penting aspek lingkungannya dipastikan tidak menyebabkan penurunan kualitas lingkungan. Kita akan permudah dan kita harapkan (pembangunan smelter)  bisa segera terealisasi,” kata gubernur ketika dikonfirmasi di Mataram, kemarin.

Terkait penyiapan infrastruktur seperti energi listrik, gubernur  mengatakan, pembangunan smelter biasanya satu paket dengan penyiapan pembangkit listrik. Artinya, perusahaan yang akan membangun smelter, sekaligus  akan membangun pembangkit listrik.

Ia mengatakan, pembangunan smelter yang rencananya akan dibangun di Benete, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tersebut akan diikuti oleh industri turunan. Salah satunya, kata gubernur, akan tumbuh industri petrokimia serta industri-industri turunan lainnya.

Smelter yang akan dibangun AMNT tersebut memiliki kapasitas satu juta ton konsentrat tembaga. Ditargetkan pembangunan smelter itu paling lambat 2022.  AMNT memperoleh izin ekspor setelah menyepakati perubahan status dari Kontrak Karya menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK).

Pada 10 Februari 2017, Menteri ESDM Ignasius Jonan meneken IUPK tersebut. Perubahan status menjadi IUPK itu seiring dengan kebijakan pemerintah yang melarang kontrak karya ekspor konsentrat sejak 11 Januari 2017. Hanya pemegang IUPK yang membangun smelter diizinkan ekspor konsentrat hingga lima tahun ke depan.

Gubernur menambahkan, Pemprov NTB akan mendorong pemerintah pusat terkait dengan keberadaan pembangunan smelter di NTB ini. Dalam pembangunan smelter ini pihaknya berharap pemerintah pusat mengajak PT. Freeport Indonesia untuk terlibat. “Jadi, pabrik (smelter)  itu nanti bisa mengolah baik hasil dari AMNT maupun hasil dari Freeport,” tandasnya. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here