Sambangi Warga di Kaki Rinjani, Mori Diminta Perjuangkan Penolakan Rencana Kereta Gantung

Mataram (Suara NTB) – Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi, SE, M.Comm, Sabtu, 8 Juli 2017 dan Minggu, 9 Juli 2017 menyambangi warga di daerah Sembalun, yang merupakan kaki Gunung Rinjani. Di sini, Mori mendapati warga yang merasa khawatir akan kehilangan mata pencaharian akibat dibukanya jalur wisata kereta gantung dari Lombok Tengah ke Gunung Rinjani.

Di Sembalun, Mori berkeliling ke berbagai pihak yang terkait secara langsung maupun tidak langsung dengan aktivitas pendakian ke Rinjani.

Iklan

Salah seorang petani setempat, Nurul Rahmawati yang dijumpai Mori saat menjelajahi jalur awal pendakian mengutarakan, mayoritas warga Sembalun memang menggantungkan hidupnya dari aktivitas pertanian. Namun, jumlah warga yang hidup dari menjual jasa pemandu pendakian atau porter, juga sangat banyak jumlahnya.

Mori Hanafi saat berdialog dengan porter dan pelaku usaha jasa penyewaan perlengkapan mendaki, di Sembalun, Minggu, 9 Juli 2017.

Mori kemudian melanjutkan menyambangi sejumlah pemilik usaha penyewaan peralatan pendakian di Sembalun. Kepada Mori, Rusmala, salah seorang pengelola jasa usaha penyewaan alat pendakian tersebut mengutarakan kekhawatirannya akan berkurangnya penghasilan mereka jika kelak kereta gantung beroperasi di Gunung Rinjani.

“Pasti akan kena semua, pasti akan berkurang orang yang mau mendaki. Karena mereka akan memilih naik kereta gantung,” ujarnya. Rekan Rusmala, Yogi Siswanto juga merasakan kekhawatiran serupa. Ia pun meminta agar Mori Hanafi selaku wakil rakyat NTB memperjuangkan agar rencana pembangunan kereta gantung tersebut tidak dilanjutkan.

Usai berdialog dengan porter dan pelaku usaha jasa penyewaan alat pendakian, Mori menyambangi Resort TNGR Sembalun. Ia diterima oleh Kepala Resort TNGR Sembalun, Zainuddin. Di TNGR ini pula, Mori sempat berbincang dengan tiga pendaki asal Surabaya, Fauzan, Ade dan Aan yang tengah mengemas peralatan dan logistik pendakian mereka.

Fauzan mengemukakan ketidaksetujuannya atas rencana membangun kereta gantung ke Rinjani. Menurut Fauzan dan rekannya, daya tarik dari berbagai aktivitas pendakian justru terletak pada kesulitan yang dialami selama mendaki. Karenanya, Fauzan tampak tersenyum geli saat mengetahui rencana ini.

Di tempat yang sama, seorang petani, Hamka, juga ikut berbicara, menyampaikan aspirasinya. Ia berharap, pemerintah daerah sebaiknya lebih fokus untuk memperhatikan nasib para petani dan membersihkan gunung Rinjani ketimbang menghiasnya dengan aksesoris kereta gantung tersebut.

Usai perjalanan panjang menghimpun aspirasi masyarakat tersebut, Mori juga sempat bersilaturahmi dengan Kapolsek Sembalun, Made Sutama dan jajarannya. (r)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional