Salurkan Air Bersih, BPBD Pinjam Armada Kendaraan

0
BPBD Lobar menyalurkan air bersih ke masyarakat yang terdampak kekeringan. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Diperkirakan terdapat 19.320 ribu jiwa penduduk di Lombok Barat (Lobar) saat ini mengalami krisis air akibat terdampak kekeringan. Untuk penanganan jangka pendek, Pemda Lobar melakukan distribusi air bersih ke warga. Ironisnya, untuk distribusi air bersih ini pihak BPBD terpaksa pinjam kendaraan armada. Karena sampai saat ini, pihak BPBD belum memiliki kendaran armada untuk mengangkut air bersih ke masyararakat terdampak kekeringan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lobar, Hartono Ahmad menyebut berdasarkan data sejauh ini terdapat sembilan hingga sepuluh desa terdampak kekeringan yang tersebar di lima kecamatan. “Ada sembilan sampai 10 desa terdampak kekeringan, dengan 19.320 jiwa yang mengalami kesulitan air bersih dampak kekeringan ini,” jelas Hartono Ahmad, pekan kemarin.

IKLAN

Di Kecamatan Gerung, ujarnya, terdapat dua desa terdampak di antaranya Desa Banyu Urip dan Tempos. Di Kuripan yakni Giri Sasak, dan Kuripan Timur. Kemudian di wilayah Kecamatan Sekotong ada Desa Kedaro. Di Kecamatan Lembar, ada dua desa masing-masing Labuan Tereng dan Sekotong Timur. Sedangkan di Kecamatan Batulayar, yang terdampak kekeringan terdiri dari Desa Batulayar Barat dan Bengkaung. “Kami sudah mulai lakukan droping air bersih,” jelasnya.

Sembilan desa yang terkena kekeringan ini, tidak semua wilayah, namun sebagian dusun saja. Pihaknya pun sudah mulai melakukan distribusi air bersih ke sejumlah daerah tersebut. Bahkan di satu daerah beberapa kali dilakukan distribusi air bersih. “Untuk warga masyarakat yang kesulitan air bersih sudah beberapa kali didropkan air bersih,” ujarnya.

Diakuinya, dampak kekeringan di Lobar mulai dirasakan sejak awal bulan Oktober. Sejak dua pekan ini, BPBD sudah turun melakukan distribusi air bersih, wilayah yang terdampak kekeringan. Untuk membantu masyarakat, BPBD sudah menyalurkan air bersih menggunakan anggaran daerah yang ada, selain itu juga menggunakan bantuan dari Pemerintah Provinsi NTB, ada 50 tangki air. Sedangkan untuk kendaraan untuk angkutan air bersih, pihaknya meminjam di dinas lain. “Kita dari BPBD Lombok Barat meminjam tangki Dinas PU Provinsi untuk penyaluran air bersih, ” ujarnya. (her)