Salip Golkar, Demokrat Berpeluang Dua Kursi di Dapil VI DPRD NTB

Hj. Baiq Isvie Rupaeda (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kejayaan Partai Golkar di Dapil VI (Kabupaten Dompu, Bima dan Kota Bima) pada Pemilu 2019 ini runtuh. Perolehan suara sementara partai beringin mengalami penurunan cukup signifikan, sehingga Golkar harus mengikhlaskan kehilangan satu kursi di Dapil ini, yang sebelumnya selalu menyumbangkan dua kursi.

Dari data perolehan suara sementara yang dihimpun Suara NTB dari  DA1 dari hasil pleno di kabupaten/kota yang sedang berlangsung, suara Partai Golkar di Pemilu kali ini terjun ke posisi urut enam besar setelah mengantongi suara 37.868 suara. Perolehan suara terbesar pertama diduduki oleh Partai Demokrat yang mengantongi suara 64.858 suara. Dengan suara tersebut, Demokrat berpeluang untuk mendapatkan dua kursi wakil rakyat.

Iklan

Golkar bahkan masih kalah dengan Nasdem yang berhasil masuk posisi lima besar yang mengantongi dukungan suara sebesar 37.950 suara. Kemudian di atas Nasdem berturut-turut Yakni PPP dengan perolehan suara 43.555, PAN 51.472 suara dan posisi dua besar ditempati Gerindra dengan suara sebesar 55.932.

Melihat Perolehan suara Golkar di Dapil VI ini yang hanya mampu mempertahankan satu kursi saja. Sekretaris DPD I Partai Golkar NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda yang dikonfirmasi Suara NTB terkait hal itu, ia mengakui bahwa Golkar tak bisa mempertahankan dua kursi di Dapil VI ini.

“Ya fakta di lapangan seperti itu, persaingan sangat ketat, semua partai bergerak. Tapi  alhamdulillah kita masih bisa mempertahankan 10 kursi,” kata Isvie.

Menurut Isvie meski kehilangan satu kursi di Dapil VI, namun yang pasti bahwa Golkar masih bisa mempertahankan rekor kemenangan di NTB dan tetap memegang palu kekuasaan di DPRD NTB. “Yang jelas kita masih tetap menang dan masih ketua DPRD,” tegasnya.

Terkait dengan kegagalan Golkar mempertahankan kursinya, Isvie akan melakukan evaluasi terhadap capaian hasil Pileg 2019 ini. Sehingga bisa mengatahui faktor penyebab penurunan perolehan kursi Golkar. “Kita evaluasi Caleg yang tidak berbuat, tapi banyak hal yang mempengaruhi,” katanya.

Adapun Caleg Golkar di Dapil VI ini yang berpeluang melenggang ke Udayana adalah Abdul Hafid setelah memastikan dirinya menjadi peraih suara terbanyak. Sementara Caleg petahana, H. Nurdin dipastikan kursi wakil rakyat yang sedang didudukinya akan dilepasnya.

DiDapil VI, sebagian besar Caleg petahana berguguran. Caleg petahana dari PKB, Hj, Nurlaela Chairunisa dipastikan terpental, setelah perolehan suaranya sebesar 7.004 suara disalip jauh oleh Akhmad Akhdiasyah yang mengantongi suara sebesar 10.540 suara. PKB memastikan diri memesan satu kursi setelah mengantongi suara sebesar 35.043 suara sehingga menepatkan delapan besar.

“Data berbasis DA1, minus Kecamatan Raba, masih pleno, tertinggi internal atas nama Akhdiansyah dengan suara 10.540. Insya Allah PKB Dikursi ke-8,” kata Sekretaris DPW PKB NTB, Akhmad Akhdiasyah kepada Suara NTB.

Di Demokrat, Caleg petahana, Misfalah juga dipastikan terpental, dari peluang memboking dua kursi pertama dipastikan telah dikunci oleh H. A. Arahman H Abidin yang perolehan suara meninggalkan jauh Caleg lainnya. Posisi kursi kedua kemungkinan besar akan jadi milik  Abdul Rauf.

Perolehan suara Misfalah anjlok dibandingkan dengan perolehan suara pada Pemilu 2014 lalu. Sementara ini, ia hanya mampu memperoleh suara sebanyak 7 ribuan lebih. Sekitar 10 ribuan lebih suara sebelumnya hilang, diketahui pada periode sebelumnya, Misfalah tercatat sebagai Caleg peraih suara terbanyak di Dapil VI setelah mengantongi 17 ribu lebih.

Caleg petahana dari PPP, Safriansar juga dikabarkan terpental. Kemudian PDIP melihat Perolehan suaranya dipastikan tak berhasil mempertahankan kursinya. Caleg petahana Akhmad Yadiansah dipastikan terpental. Jatah kursi PDIP kemungkinan diambil oleh Partai Berkarya yang diprediksi memesan satu kursi setelah mengantongi suara sebesar 21.144 suara.

Dari perolehan sementara yang diolah Suara NTB di Dapil VI ini, berikut partai yang berpeluang jatah 11 kursi DPRD NTB, berdasarkan perolehan suara masing-masing partai. Demokrat, 64.858 suara, Gerindra, 55.932 suara. PAN, 51.472 suara. PPP, 43.555 suara. Nasdem, 37.950 suara. Golkar, 37.868. PKS, 37.248 suara. PKB, 35.043 suara. Hanura, 29.555 suara. Berkarya, 21.144 suara. (ndi)