Sakura : Samsul Telah Dipecat oleh Demokrat

Bima (Suara NTB) – Sakura H. Abidin, anggota DPRD Kabupaten Bima yang baru dilantik oleh Ketua DPRD, Murni Suciyanti, di aula utama DPRD Kabupaten Bima, Selasa, 25 April 2017 mengatakan, pengangkatannya sebagai anggota Dewan baru mengggantikan Samsul M. Nor karena semata keputusan partai dengan berbagai pertimbangan.

Terkait tuntutan warga Desa Sai Kecamatan Soromandi, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bima ini, mengaku proses Pergantian Antar Waktu (PAW), sudah berdasarkan aturan dan mekanisme yang berlaku.

Iklan

“Sudah melalui jalur resmi. Jadi tidak ada yang perlu dipertentangkan lagi,” katanya kepada Suara NTB, Selasa, 25 April 2017.

Dikatakannya, pada Pileg 2014 lalu, dirinya berhasil memperoleh suara lebih dari 1.200 suara. Sementara, Samsul hanya mengantongi 600 suara. Hanya saja yang dilantik adalah Samsul, sehingga dibawa ke ranah hukum untuk diproses lebih lanjut.

“Selama proses persidangan di Pengadilan saya menang. Namun banding di MA oleh Samsul, tapi ditolak karena ranah ini urusan internal partai,” katanya.

Setelah itu, lanjutnya masalah tersebut diproses di Mahkamah partai Demokrat. Namun selama proses tersebut, Samsul tidak menghadiri, meski beberapa kali telah dipanggil untuk mengklarifikasi hal tersebut.

“Mulai dari DPP hingga DPW dipanggil namun tidak diindahkan,” ujar Sakura.

Lantaran adanya sikap tersebut, akhirnya DPP memutuskan untuk memecat Samsul pada 2015 lalu serta diberhentikan sebagai anggota DPRD utusan partai Demokrat karena indisipliner dan tidak mematuhi AD/ART partai.

“Dengan demikian Samsul sudah bukan kader partai Demokrat, juga anggota DPRD Kabupaten Bima. Yang bersangkutan telah dicopot,” ungkapnya.

Terkait hal itu Sakura meminta kepada Samsul agar legowo serta mengikhlaskan, jabatan yang digantikan tersebut. Pada Pileg 2019 mendatang, partai Demokrat tetap membuka kesempatan bagi Samsul untuk tampil kembali.

“Kami inginkan agar hal ini dibicarakan baik-baik. Yang jelas partai Demokrat terbuka untuk siapapun termasuk Samsul,” ujarnya.

Sakura berjanji akan mengakomodir keinginan warga atau aspirasi yang disuarakan oleh masyarakat Soromadi terutama desa Sai akan tetap diperjuangkan, meski dalam PAW ditolak.

“Reses dalam waktu dekat ini saya akan pusatkan di desa ini. kami akan tetap merangkul mereka sebagai konstituen kami,” tutupnya.

Sementara Samsul M. Nor dikonfirmasi via telepon enggan menanggapi adanya proses PAW tersebut. Bahkan dia tidak berkomentar saat ditanyakan terkait pemecatannya sebagai kader Demokrat.

“Saya belum bisa berikan tanggapan, mas,” pungkasnya langsung menutup sambungan telepon. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here