Sakit, Tersangka Rumah Adat Belum Penuhi Panggilan Jaksa

Sumbawa Besar(Suara NTB) – Kejaksaan negeri Sumbawa telah melayangkan panggilan terhadap TM, tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan rumah adat KSB. Sesuai dengan jadwal, seharusnya pemeriksaan dilakukan Rabu (22/2) kemarin. Namun yang bersangkutan belum bisa memenuhi panggilan jaksa.

Kajari Sumbawa, Paryono, SH kepada Suara NTB membenarkan hal tersebut. Ketidakhadiran TM lantaran kondisinya sedang sakit. Saat ini, yang bersangkutan tengah menjalani pengobatan.

Iklan

“Rencana pemeriksaan hari ini. Namun tidak datang. Dari konfirmasi yang kami lakukan, yang bersangkutan sedang sakit dan tengah menjalani pengobatan,” ujarnya.

Pihaknya berencana mengagendakan pemanggilan ulang terhadap TM. Rencananya pemeriksaan akan dilakukan Selasa depan. Sehari sebelumnya, pihaknya juga sudah menghadirkan tiga orang saksi guna dimintai keterangan. Saksi tersebut yakni dua orang dari Unit Layanan Pengadaan (ULP) barang dan jasa. Serta Yahya Soud, SE., MM yang merupakan mantan narapidana dalam kasus tersebut.

Seperti diberitakan, pembangunan rumah adat KSB diduga terjadi penyimpangan. Pembangunan dengan alokasi anggaran Rp 2 miliar ini dalam pelaksanaannya mangkrak. Mengingat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) melakukan pemutusan kontrak secara sepihak karena pelaksananya kabur.

Adapun pengerjaan dilakukan PT. AS. Dari hasil perhitungan, volume pengerjaannya hanya 4,5 persen. Namun diduga kontraktor pelaksana sudah menerima pembayaran Rp 500 juta dari nilai kontrak. PPK dalam kasus ini sudah menyelesaikan hukumannya. Sementara kontraktor pelaksana yang belakangan ditetapkan sebagai tersangka akan diperiksa. (ind)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional