Sakit Tak Mengenal Waktu, Zul Rasakan Aman Jadi Peserta JKN-KIS

Narasumber : LaluZulkifli

Selong (suarantb.com) – Menjadi seorang guru tidaklah mudah.Banyak tantangan yang harusdihadapi. Hal ini dirasakan Lalu Zulkifli (22). Pemuda ini memilih untuk mengabd imenjadi guru privat. Baginya menjadi guru adalah pekerjaan yang paling dia impikan sejak lama.

Menurut Zul, menjadi guru tidak hanya menguras tenaga, hati, dan pikiran. Akan tetapi tetapi harus berjibaku dengan waktu. Pergi mengajar keberbagai tempat membutuhkan tenaga dan fisik yang kuat.

Menyadari risiko kesehatan yang dihadapi, sejak lama Zul telah menyisihkan penghasilannya untuk membayar iuran Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Baginya, menjadi peserta JKN-KIS membuatnya merasa tenang karena ada yang melindunginya akan biaya yang pelayanan kesehatan yang melambung tinggi. Apalagi dengan penghasilannya yang belum menentu ini.

Dukungan terhadap Program JKN-KIS ini langsung diungkapkan oleh guru privat.“Karena sakit tidak mengenal waktu,” begitulah kata pertama yang terucap oleh Zul ketika ditanya mengapa Zul menjadi Peserta JKN-KIS.

Sakit yang tidak mengenal waktu, tempat, dan biaya itu membuat Zul rutin membayar iuran JKN-KIS agar tetap aktif.Meski memegang kartu, Zul berharap tidak pernah menggunakan kartu JKN-KIS. “Kita jangan sampai menggunakannya.Allhamdulillah saya masih diberikan kesehatan hingga saat ini, semoga masih diberikan kesehatan seterusnya agar bisa mengajar terus,” ujar pemuda ini.

Zul berharap pelayanan kepada peserta JKN-KIS terus ditingkatkan agar JKN-KIS tetap menjadi tumpuan dan harapan masyarakat. Biaya pelayanan kesehatan cukup tinggi. Kehadiran JKN-KIS bisa menjadi solusi. (r/*)