Saham Perusahaan Farmasi dan Teknologi Melejit di Masa Pandemi

Ngurah Putra Sandiana. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Perusahaan farmasi dan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi sedang sedang naik daun di masa pandemi Covid-19 ini. Harga sahamnyapun melejit, sangat tinggi. Disisi lain, perusahaan di sektor-sektor lainnya mengalami penurunan harga saham. Misalnya, perusahaan-perusahaan di sektor properti, Kata Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Mataram, Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana.

Kenaikan harga saham perusahaan-perusahaan farmasi dan teknologi ini mencapai ratusan persen. bahkan disebut sebagai kenaikan harga saham gila-gilaan di bursa saham. Seperti diketahui, di masa pandemi Covid-19 ini, perusahaan-perusahaan farmasi tengah berjaya. Terutama perusahaan farmasi yang menyediakan obat-obat dan suplemen yang berkaitan langsung dengan penanganan Covid-19.

Iklan

Disisi lain, pembatasan gerak masyarakat, terlebih dalam pelaksanaan PPKM Darurat ini, juga turut mendongkrak masifnya penggunaan teknologi. Baik dalam bertransaksi keuangan, maupun kegiatan-kegiatan ekonomi lainnya. Hal itulah yang mendorong perusahaan di sektor-sektor yang naik daun ini menjadi seksi bagi pelaku saham.

Ngurah lebih jauh menyampaikan perspektif tentang potensi saham yang bakal menjadi buruan. Salah satunya disebut, rencana perusahaan e-commerce bukalapak untuk melantai di pasar modal. Bukalapak akan menjadi satu-satunya perusahaan e-commerce pertama yang akan melantai di pasar modal. Bukalapak diketahui adalah situs jual beli online terbesar yang menyediakan beragam kebutuhan masyarakat.

Ditengah pandemi ini, jual beli melalui situs-situs e commerce menjadi sangat laku. Tinggal pesan antar. Ngurah menambahkan, bukalapak saat ini tengah mempersiapkan diri segera melantai di bursa efek. Perkiraannya Agustus 2021 ini sahamnya sudah bisa dibeli. “Di perusahaan sekuritas penyedia sahamnya, sudah banyak yang mesen. Begitu juga di NTB. barangkali ini bisa jadi refrensi masyarakat yang ingin bermain saham,” ujarnya.

Meski demikian, disisi lain laporan keuangan bukalapak juga tengah merugi kata Ngurah. Biaya operasionalnya belum sebanding dengan pemasukannya. Namun pendapatannya terlihat trennya terus meningkat yang membuatnya unggul.(bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional