Safety Riding Sasar Kantor Desa Tunjung Sari

Edukasi safety riding menyasar Kantor Desa Tunjung Sari, Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB)-Kegiatan edukasi safety riding kembali digelar oleh Astra Motor NTB pada Selasa, 24 Agustus 2021. Edukasi kali ini menyasar Kantor Desa Tunjung Sari, Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat.
Kegiatan yang diselenggarakan diselenggarakan oleh Astra Motor NTB dengan berkolaborasi bersama Dealer SPS Mataram mendapatkan antusias dan disambut baik. Apalagi acaranya sekaligus digelar pameran servis kunjung untuk memanjakan konsumen motor Honda yang bekerja di Kantor Desa Tanjung Sari.

Mengambil tema “Safety Riding Exhibition for Goverment”, acara edukasi keselamatan berkendara ini diikuti oleh pegawai dan masyarakat yang berada diseputaran lokasi Kantor Desa Tunjung Sari. Kegiatan ini juga dibarengi dengan pameran servis kunjung dan hiburan honda yang di adakan oleh SPS Mataram.
“Kegiatan Safety Riding Exhibition ini adalah kolaborasi team safety riding main dealer bersama Dealer SPS Motor Mataram untuk memberikan edukasi kepada pegawai dan masyarakat sekitar Kantor Desa dengan memberikan edukasi tentang berkendara yang baik dijalan dengan menggunaan alat simulator berkendara yaitu Honda Riding Trainer (HRT),” kata Satria Wiman Jaya, Instruktur Safety Riding Astra Motor NTB.

Iklan

HRT ini merupakan alat yang dapat mensimulasikan cara berkendara dengan situasi jalanan yang ada di indonesia dengan menerapkan peraturan lalu lintas. Sebelum melakukan test peserta juga diberikan demo oleh Instruktur dengan mencoba riding menggunakan riding trainer.

Beberapa kesan yang di ungkapkan oleh peserta yaitu ada yang beranggapan sangat susah dan ada juga yang merasa sangat seru dan menyenangkan, karena dilatih untuk berkendara dengan aman dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Bagi peserta yang mendapatkan nilai terbaik akan diberikan hadiah berupa apparel Honda dan helm. Sedangkan yang tidak bisa menyelesaikan testnya tetap mendapatkan cendramata aksesoris gelang.
“Ada peserta yang merasa sangat tegang dalam mencoba unit HRT karena mereka dihadapkan dengan kondisi lalu lintas yang ramai dan jalan yang ugal-ugalan. Jadi semua peserta harus mengontrol kecepatan dan harus siap terhadap segala kemungkinan kecelakaan agar nilai tidak jelek,” demikian Satria.(bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional