Sabu dan Ekstasi Batal Beredar di Ampenan

Wakapolresta Mataram Erwin Suwondo menunjukkan barang bukti peredaran sabu dengan TKP Dasan Agung, Selaparang, Mataram, Jumat, 12 Juni 2020. Tersangka residivis merekrut tiga orang baru untuk kembali menjalankan bisnis narkoba.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB menggagalkan peredaran sabu dan ekstasi di wilayah Ampenan, Mataram. Dua kurir, UA (23) dan HA (35) ditangkap sebelum sabu mereka bawa sampai ke pemesan. Bandar yang mengirim sabu dsn ekstasi yang total beratnya 25 gram belum terdeteksi.

“Mereka ini orang suruhan. Kurir yang diminta mengantarkan barang,” ungkap Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto Jumat, 12 Juni 2020.

Iklan

Pelaku UA yang membawa 24 gram sabu ditangkap lebih dulu di Sukaraja Barat, Ampenan Tengah, Ampenan Jumat dini hari, 12 Juni 2020. UA langsung mengaku ketika diinterogasi di tempat. Barangnya didapat dari orang lain. HA kemudian dibekuk di Otak Desa, Dayan Peken, Ampenan. Barang bukti lain ditemukan. Yakni dua butir ekstasi yang beratnya 1 gram.

Barang bukti lainnya, uang tunai Rp426 ribu hasil transaksi serta ponsel uang dipakai untuk saling berkomunikasi. Dua pelaku dijerat pasal 112 Ayat 1 dan asal 114 Ayat 1 UU RI No35/2009 tentang Narkotika. Sementara Polresta Mataram juga menangkap empat orang terkait peredaran sabu. Barang bukti yang disita yakni 19 poket seberat 23,9 gram sabu dan dua poket ekstasi seberat 0,94 gram.

Empat orang ini berjualan di Dasan Agung, Selaparang, Mataram. Wakapolresta Mataram AKBP Erwin Suwondo menjelaskan, salah satu pelaku merupakan buronan yang dulu urung ditangkap karena digerebek tapi tidak ditemukan barang bukti. Yang juga merupakan residivis. “Ada yang perannya sebagai pemilik barang, yang membantu menyimpankan, ada yang bagian mengedarkan. Semua ini hasil pengembangan,” ucapnya Jumat (12/6) kemarin.

Para tersangka yang sudah diamankan ini yakni sang residivis MK alias S (32), YH (26), MM (21), dan WM (28). Barang bukti lain yang disita yakni uang tunai Rp6,54 juta diduga hasil transaksi. Para pelaku ini digerebek di sebuah rumah di Gapuk Selatan, Dasan Agung, Selaparang, Mataram Rabu (10/6) lalu. Mereka baru saja menyelesaikan transaksi. “Satu orang ini pemain lama. Sudah residivis. Tiga lainnya merupakan pemain baru. Semuanya positif narkoba artinya semua juga pemakai. Ini kita kembangkan terus kasusnya,” kata Erwin. (why)