Saat Antusiasme Masyarakat Tinggi, Wabup Lobar Sangat Sayangkan Stok Vaksin Malah Kosong

Hj. Sumiatun (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Wakil Bupati (Wabup) Lombok Barat (Lobar) Hj. Sumiatun menyayangkan stok vaksin malah limit bahkan kosong di saat warga masyarakat Lobar begitu antusias untuk mengikuti program vaksinasi. Berbagai upaya dilakukan, jajaran pemda, kecamatan, desa, dusun hingga paling bawah bersama aparat untuk menyadarkan warga soal pentingnya vaksinasi ini.

“Vaksin ndak ada. Mau bagaimana? Kita kan menunggu dari pusat dan provinsi,” katanya, Senin, 11 Oktober 2021.

Iklan

Diterangkannya, untuk pelaksanaan vaksinasi ini, masing-masing puskesmas dijatah 1.000 dosis dan ada juga yang mendapatkan 1.200 dosis. Kalau masing-masing puskesmas, terutama sekali di wilayah Sekotong diberikan 1.200 dosis saja bisa habis sehari. Karena, kata dia, tingginya animo masyarakat ikut vaksin ini. Bahkan, kata dia warga rela dijemput di daerah terpencil untuk bisa divaksin.

Ia pun sangat berharap dengan ditarget 70 persen pertengahan bulan ini, perlu disediakan vaksin yang memadai. Sebab jangan sampai justru dampak dari kendala vaksin ini justru mempengaruhi animo warga masyarakat. Karena itu sangat mendesak agar dosis vaksin dipenuhi pusat. “Kami mendorong agar vaksin ini segera diberikan untuk NTB khususnya ke Lobar yang luar biasa masyarakat kami ikut vaksinasi ini,” terang Ketua DPD Partai Golkar Lobar ini.

Tantangan untuk pelaksanaan vaksin cukup besar. Baik itu medan di daerah terpencil, belum lagi masih ada beberapa warga yang belum mau divaksin, sehingga pihaknya bersama desa dan dusun melakukan pendekatan ke warga. Sebelum diadakan vasinasi, pihaknya mengundang kepala desa, kepala dusun dan RT untuk mengkondisikan warga agar mau ikut vaksin. Pihaknya juga mengerakkan para pendamping PKH untuk mengerahkan warga yang mendapatkan bantuan untuk divaksin.

Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KLDikes Lobar dr. H.  Ahmad Taufiq Fathoni menambahkan, stok vaksin masih ,kosong khususnya jenis Sinovac. “Kalau Sinovac kosong, yang tersisa hanya jenis AstraZeneca, itupun 800 dosis di Dikes,” ujarnya, seraya menambahkan, progres vaksinasi di Lobar mencapai 42,8 persen.

Salah satu warga yang divaksin, Hj. Mariah di Kecamatan Labuapi, mengaku dirinya sudah divaksin dosis pertama. Dirinya bersama suaminya didatangi anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa ke rumahnya untuk divaksinasi. Selama ini, dirinya bekerja di sawah, sehingga belum sempat mengikuti vaksin di kantor desa. Sekarang ini, mereka menunggu vaksinasi dosis kedua sesuai jadwal dan ketersediaan vaksin.  (her/ham)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional