Rutan Raba Bima Usulkan 113 Narapidana Dapat Remisi Idulfitri

Kepala Rutan Raba Bima, Moch. Saleh.(Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Raba Bima telah mengusulkan 113 narapidana untuk memperoleh remisi Idulfitri 1442 H. Lima di antaranya merupakan terpidana kasus narkotika dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Kepala Rutan Raba Bima, Moch. Saleh, SH., kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Senin, 10 Mei 2021 menyampaikan, berkaitan dengan pengurangan masa pidana atau remisi bagi warga binaan di Idulfitri 1442 H tahun ini, pihaknya telah mengusulkan 113 narapidana ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM).

Iklan

Mereka merupakan narapidana dengan masa kurungan minimal enam bulan yang dinilai memenuhi syarat. “Mereka sudah memenuhi kriteria, secara umum berkelakuan baik dan tidak masuk daftar f,” ungkapnya.

Dari 113 narapidana yang diusulkan, lanjut dia, lima di antaranya merupakan terpidana kasus narkotika dengan masa kurungan di atas lima tahun penjara. Sementara untuk terpidana kasus korupsi dan terorisme, tak ada satu pun yang diusulkan.

Rutan Raba Bima diakui banyak menampung penyalahguna narkotika dan psikotropika. Namun tak kalah besar jumlahnya yakni terpidana kasus pencurian dengan pemberatan yang dijerat Pasal 363 KUHP. Begitu pun dalam usulan memperoleh remisi Idulfitri. “Biar bagaimanapun narkoba banyak, tetapi tetap lebih banyak kasus 363 atau orang mencuri,” ujarnya.

Menyangkut narapidana perempuan, dari 10 warga binaan hanya tiga orang yang memenuhi syarat untuk memperoleh remisi. Sementara sisanya sebagian besar berstatus tahanan, artinya masih menunggu keputusan inkrah dari pengadilan. Mengingat upaya pemberian hak warga binaan itu sudah dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan, sekarang tinggal menunggu keputusan final dari Kemenkum HAM.

Rencanan awal, tambah Saleh, dalam penyerahan remisi dibuatkan agenda seremonial dengan menghadirkan pejabat terkait. Namun, karena adanya pembatasan kunjungan di masa pandemi Covid-19 ini, maka kegiatan tahunan tersebut hanya bisa dilakukan secara internal. “Karena ada pembatasan ya penyerahan nantinya dilakukan secara internal,” pungkasnya. (jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional