Rutan Raba Bima Tegaskan Tidak Ada Remisi untuk Napi Koruptor

Kepala Rutan Raba Bima, Moch. Saleh.(Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) -Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Raba Bima, M. Saleh, S.H., menegaskan tidak ada usulan apalagi pemberian remisi Hari Raya Idul Fitri 1442 H untuk narapidana kasus korupsi atau koruptor. Dari 115 orang yang diusulkan ke Kemenkum HAM RI, semuanya memperoleh hak pengurangan masa hukuman tersebut. Namun demikian, dua di antara mereka sudah lebih dulu bebas sehingga total warga binaan yang menerima remisi hanya 113 orang.

“Dari usulan itu ada dua bebas duluan, sehingga 113 orang yang menerima remisi. Jadi dipenuhi semua oleh Kemenkum HAM,” terangnya menjawab Suara NTB di kantornya, Senin, 17 Mei 2021.

Iklan

Dari 113 orang yang memperoleh remisi tersebut, 110 orang merupakan narapidana tindak pidana umum. Sementara untuk pidana khusus yang berkenaan dengan PP 99 tahun 2012, tercatat 5 orang. Kelimanya tersangkut kasus narkotika dengan masa hukuman diatas 5 tahun penjara.

Sementara napi koruptor, dari tiga narapidana yang tengah menjalani hukuman di Rutan Raba Bima, tidak ada satupun yang diusulkan. Apalagi sampai memperoleh remisi sebagaimana diberitakan media beberapa hari terakhir ini. “Tidak pernah ada usulan untuk napi korupsi, makanya tidak mungkin ada yang menerima remisi Hari Raya Idul Fitri,” tegasnya.

Disinggung besaran perolehan remisi bagi tiap narapidana, Saleh menyebutkan, untuk masa waktu 1 bulan 15 hari tercatat 5 orang. Sedangkan 57 orang lain selama 1 bulan dan 15 hari hanya bagi 51 orang. Dari jumlah tersebut tidak ada satupun yang RK II atau langsung bebas setelah menerima remisi Hari Raya Idul Fitri 1442 H tahun 2021. “Penyerahan kami lakukan secara internal kemarin Tanggal 13 Mei, bertempat dengan Hari Raya Idul Fitri 1442 H,” pungkasnya. (jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional