Rusak, Jalan Menuju Industri Pengolahan Limbah Medis

Kondisi jalan menuju lokasi industri pengolahan limbah medis B3 di Buwun Mas Sekotong yang membutuhkan perhatian serius pemerintah provinsi. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Akses jalan menuju industri pengolahan limbah medis B3 yang baru selesai dibangun di Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong, Lombok Barat (Lobar) rusak parah lantaran masih jalan tanah. Pihak desa setempat pun berharap agar jalan itu ditangani, mengingat menjadi jalur utama ke industri limbah tersebut.

Kepala Desa Buwun Mas Rochidi mengatakan pembangunan industri limbah yang dibangun di daerahnya sudah ada semacam sosialisasi di bawah. Mulai dari awal sampai pembangunan. Namun dirinya mengaku tidak tahu kalau ternyata Pemda Lobar belum dilibatkan maksimal. Karena waktu itu Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB yang menangani.

Di tingkat masyarakat, jelas dia, sudah ada semacam kesepakatan dan komitmen MoU dengan pihak pengelola. Pertama kaitan dengan dampak Industri limbah ini yang harus diantisipasi dari awal kemudian terhadap pengerjaan bangunan industri, melibatkan masyarakat sekitar. Bangunan yang sifatnya tidak teknis seperti pemasangan alat semua dikerjakan oleh warga setempat.

Tidak saja komitmen jangka pendek, namun pelibatan warga sekitar untuk jangka panjang Ke depannya. Seperti rekrutmen tenaga contoh nya satpam melibatkan warga. “Itu sudah menjadi bagian dari MoU kami waktu itu,”jelas dia. Bahkan saat ini pihaknya diminta mengupayakan tenaga lulusan listrik dan elektronik sebagai operator.

Hanya saja yang masih menjadi masalah adalah kondisi akses jalan menuju lokasi. Jalan Utama Menuju lokasi itu sepanjang 1.5 kilometer masih jalan tanah. “Panjangnya 1.5 kilometer, nanti itu dibangun oleh provinsi,”imbuh dia. Sedangkan untuk akses jalan Sekotong menuju Buwun Mas sepanjang 7-8 kilometer akan dibangun tahun ini.  Selain itu, pihak Pemprov NTB akan menyiapkan gardu listrik dan jaringan telekomunikasi.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB melalui Kepala UPT TPA Regional Kebon Kongok yang membawahi Tempat Pengolahan limbah Medis di Sekotong, H. Didik Mahmud Gunawan mengakui masih banyak PR yang harus diselesaikan seperti akses jalan rusak ke lokasi. “Soal jalan sudah kami berkoordinasi dengan pihak Dinas PU dan Dinas Perkim,”jelas dia, seraya menambahkan, dampak ekonomi penyerapan tenaga kerja lokal, sudah dibahas bersama kades setempat. (her)