Rusak, DPRD Loteng Minta APH Usut Proyek Gedung Baru

Praya (Suara NTB) – Kondisi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) di Kelurahan Jontlak Kecamatan Praya Tengah disorot kalangan anggota DPRD. Alasannya, kondisi gedung yang kini sudah mulai rusak. Padahal rencananya gedung baru ini akan mulai dimanfaatkan oleh anggota DPRD Loteng awal tahun depan.

“Kita menduga pengerjaan proyek gedung DPRD Loteng yang baru ini asal-asalan. Jadi kami minta aparat penegak hukum untuk turun mengusutnya,” ujar anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Loteng, M. Samsul Qomar, kepada Suara NTB, Kamis, 7 Juni 2018.

Iklan

Ia mengaku, sejak awal pihaknya sudah menaruh kecurigaan kalau ada yang tidak beres pada proyek yang ditaksir menghabiskan anggaran hingga Rp 76 miliar tersebut. Di mana DPRD Loteng oleh pemerintah daerah sudah diminta untuk menempati gedung baru, padahal gedung belum sepenuhnya selesai dikerjakan.

“Dulu pemda akan membuat peredam di ruangan yang akan ditempati anggota DPRD Loteng kalau mau pindah ke gedung baru. Hal ini supaya tidak terganggu oleh aktivitas proyek di tempat tersebut. Namun kami tegas menolak untuk pindah sampai kondisi gedung sudah 100 persen jadi,” tegasnya.

Namun sekarang, justru ada laporan yang masuk kalau kondisi gedung sudah mulai rusak. Hal ini membuat pihaknya curigai, ketika disuruh pindah untuk menutupi kualitas pengerjaan gedung yang asal-asalan tersebut.

Terpisah, Kabid Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng, M. Supriadin, menegaskan kerusakan yang ada pada gedung DPRD Loteng bukan jadi persoalan. Karena itu merupakan pekerjaan arsitektur, yang fungsinya hanya sebagai penahan tanah di bagian atas gedung dan bukan pekerjaan kontruksi.

Artinya, kerusakan ini masih bisa diperbaiki dan, proyek masih berjalan dengan kontrak sampai akhir Desember mendatang. “Dari sisi keamanan gedung, sudah sesuai standar. Soal kerusakan itu masih bisa diperbaiki. Karena bukan masuk kategori rusak berat,” kilahnya. (kir)