Rumah Rusak Akibat Gempa di Loteng Bertambah 11 Ribu Unit

Tampak salah seorang anggota TNI sedang memasang bata di rumah salah satu korban gempa di Desa Teratak Kecamatan Batukliang Utara. Dari hasil verifikasi terakhir, jumlah rumah rusak akibat gempa bertambah. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Pemkab Lombok Tengah (Loteng) telah mengusulkan data tambahan rumah rusak terdampak gempa baru ke pemerintah pusat sebanyak 11.029 unit dengan alokasi kebutuhan anggaran sebesar Rp 218 miliar lebih.

Hal itu diungkapkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng, Drs. H. Muhammad, Senin,  8 April 2019.

Iklan

Kepada wartawan saat dihubungi di kantor Bupati Loteng, Muhammad, mengatakan, data tambahan rumah rusak baru merupakan hasil temuan tim verifikasi saat melakukan validasi data rumah rusak terdampak gempa belum lama ini. Adanya usulan tambahan tersebut, ujarnya, maka total rumah rusak terdampak gempa di Loteng bertambah menjadi 36 ribu lebih dari semula sekitar 25 ribu unit.  “Tapi data tambahan ini masih usulan. Ada kemungkinan berubah. Tergantung hasil verifikasi dan validasi nantinya,” ungkap Muhammad.

Data rumah rusak tambahan ini, lanjutnya, merupakan rumah yang terlewatkan saat verifikasi sebelumnya dan baru diketahui rusak saat tim melakukan verifikasi dan validasi data terakhir. Ada juga rumah pada saat verifikasi tahap pertama terdata. Namun dinyatakan tidak masuk kategori rusak. Tetapi saat validasi terakhir, rumah ini ternyata masuk ketegori rusak.

Ia pun menegaskan data tambahan yang masuk merupakan data terakhir rumah rusak yang diusulkan ke pemerintah pusat. “Dengan adanya usulan data rumah tambahan yang baru ini, maka tidak ada lagi data usulan. Karena tahap verifikasi usulan rumah rusak terdampak gempa sudah selesai,”  tegasnya.

Dalam hal ini, pihaknya tinggal menunggu petunjuk dari pusat soal data tambahan, apakah harus divalidasi kembali atau tidak. Kalau sudah ada petunjuk, baru kemudian pemerintah pusat akan menyampaikan persetujuan berapa data tambahan yang disetujui beserta anggarannya.

Disinggung progress penanganan rumah rusak terdampak gempa di Loteng, Muhammad mengatakan sangat positif. Di mana dari sekitar 2.855 rumah rusak berat, sudah 801 rumah tahan gempa yang selesai dibangun sisanya masih berproses dan diharapkan bisa tuntas akhir tahun 2019 ini. (kir)