Rumah Kumuh di Sekotong Belum Bisa Ditangani

Giri Menang (Suara NTB) – Kepala Dinas Pemukiman dan Perumahan Lombok Barat (Lobar) H. L. Winengan mengaku pihaknya belum bisa menangani rumah kumuh di Sekotong. Saat ini saja, jelasnya, masih mengalami permasalahan untuk program rumah kumuh.

Dijelaskan, dana untuk penanganan rumah kumuh ini tidak ada dari APBD namun semua dari DAK pusat. “Saat ini kan anggaran tengah berjalan, jadi kita upayakan tahun depan,”jelasnya belum lama ini.

Iklan

Terkait penentuan penerima bantuan ini melalui proses verifikasi, lalu ditetapkan penerimanya, Winengan mengklaim, Sekotong mendapatkan banyak jatah rumah kumuh. Terdapat dua desa yang diberikan program ini, bahkan daerah Gunungsari belum ada yang dapat tahun ini.

Total bantuan rumah kumuh tahun ini jika dihitung total dengan provinsi 1.221 unit rumah dengan total anggarannya mencapai Rp 13 miliar lebih.

‘’Anggaran masing-masing  rumah bervariasi tergantung perbaikannya. Jika rehab anggarannya Rp 15 juta, kalau bangun total Rp 30 juta. Untuk pengerjaan rumah ini jelasnya, harus gotong-royong,’’ ujarnya.

Diakui, jumlah ini masih jauh kurang, sebab rumah kumuh di Lobar mencapai 21 ribu unit. Bahkan jumlah yang ditangani hanya baru 10 persen dari total jumlah tersebut. Menurutnya, PR berat bagi Pemda Lobar untuk mengentaskan rumah kumuh di daerah ini. Untuk itu jelasnya, perlu dilakukan lobi ke pusat.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Lobar Hj. Made Ambarwati menegaskan terkait persoalan lansia pihaknya bisa memasukkan bantuan, namun tentu atas usulan dari dusun dan desa. Menurutnya, usulan itu harus dilengkapi data.

Dalam hal ini, ujarnya, boleh tidak ada KTP, namun paling tidak  ada surat keterangan dari desa, jika dia betul penduduk di sana dan tidak mampu. Nanti mereka ini diusulkan ke pendamping untuk dimasukkan ke usulan.

“Usulan itu Nanti kita upayakan langsung ke pusat, setelah ada rekomendasi dari provinsi,” jelasnya. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here