Rumah Isolasi Terpadu Tingkat Desa

Ahmad Rizal Ramdhani (Suara NTB/dok)

DANREM 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani membagikan sembako dan obat-obatan kepada warga yang terdampak pandemi Covid-19. Melihat kondisi di lapangan, Danrem mendorong penanganan Covid-19 berbasis desa digerakkan dengan mengupayakan rumah isolasi terpadu.

Rizal mendorong penyiapan rumah isolasi terpadu di seluruh desa dan kelurahan bahkan dusun ataupun lingkungan. Ruang isolasi ini dilengkapi dengan fasilitas tempat tidur, kamar mandi, dan halaman untuk berjemur.

Iklan

“Ini salah satu upaya untuk mengantisipasi apabila rumah sakit penuh dan juga untuk memudahkan pemantauan, pengawasan dan pengecekan harian oleh tenaga kesehatan,” ujarnya saat mengunjungi Dusun Muntung Bangle, Pengenjek, Jonggat, Lombok Tengah, Kamis lalu.

Babinsa maupun Babinkamtibmas, sambung Danrem, dapat mengingatkan masyarakat pola penanganan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tetapi tanpa gejala. Jika satu orang dalam keluarga itu tertular maka yang lain juga akan tertular sehingga butuh ruang atau rumah khusus untuk penanganannya.

“Rumah sakit ke depan hanya melayani para pasien terpapar Covid-19 yang disertai dengan penyakit bawaan atau komorbid sehingga tidak penuh oleh pasien Covid-19,” jelas Rizal.

Hal itu juga menurutnya, sebagai upaya untuk memudahkan Dinas Kesehatan bersama TNI, Polri dan Pemerintah Daerah dalam penanganan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di daerah khususnya di NTB.

Upaya ini terpadu dengan menggenjot percepatan vaksinasi Covid-19. Meskipun dia mengakui jumlah vaksin Covid-19 di NTB sudah mulai menipis, sedangkan animo masyarakat di masing-masing kabupaten kota untuk melaksanakan vaksinasi sangat tinggi.

“Kami bahas di tingkat Forkopimda NTB dan sedang komunikasikan dan diupayakan kepada Kementerian Kesehatan, BNPB dan lainnya agar segera dikirim vaksin tambahan untuk masyarakat NTB, mohon doanya semoga semua berjalan lancar dan aman,” tutupnya. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional