Rumah Dinas Wakil Walikota Mataram Diduga Mangkrak

Rumah jabatan wakil walikota di Jalan Margapati, Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, yang diduga mangkrak. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Rumah dinas atau pendopo Wakil Walikota Mataram, diduga mangkrak. Proses rehab tahun 2018 ditunda. Suara NTB mencoba mengecek kondisi rumah dinas yang berlokasi di Jalan Margapati, Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram tersebut. Nyaris tak ada aktifitas apapun di dalamnya. Dinding rumah kotor, kaca pecah serta bagian plafon ada yang rusak.

Di halaman rumah dinas tak terawat. Rumput liar tumbuh serta daun serta debu mengotori bagian teras rumah. Sementara di bagian belakang terparkir kendaraan dinas. Seperti diketahui, Pendopo Wakil Walikota tak pernah ditempati. Terhitung sejak H. Mohan Roliskana dilantik sebagai Wakil Walikota mendampingi H. Ahyar Abduh tahun 2011 lalu.

Iklan

Tak representatifnya rumah dinas tersebut membuat Mohan tinggal di rumah pribadinya di Karang Sukun, Kelurahan Mataram Timur. Tak terpakainya rumah jabatan wakil walikota diakui, Sekretaris Daerah Kota Mataram, Ir. H. Effendi Eko Saswito, karena fasilitas yang dimiliki tidak layak sebagai rumah dinas wakil kepala daerah. Oleh karena itu, Pemkot Mataram melakukan perbaikan.

Perbaikan sebelumnya di tahun 2018 sempat ditunda. Penundaan ini berdasarkan kajian dan rekomendasi dari TP4D. Kejaksaan mengkhawatirkan jika pekerjaan dikerjakan bertahap memungkinkan tidak sinkronnya pelaksanaan dari pertama. “Memang belum layak dipakai sebagai rumah jabatan wakil walikota,” aku Eko dikonfirmasi, Kamis, 20 Juni 2019.

Tahun ini, Pemkot Mataram kembali mengalokasikan anggaran untuk perbaikan gedung dan fasilitas pendukung lainnya. Item serta nilai anggarannya tidak disampaikan oleh Sekda. Secara umum disampaikan perbaikan terutama pada bagian fisik gedung dan penyedian mebel.

Sejumlah fasilitas maupun gedung yang rusak disinyalir akibat lamanya rumdis tersebut tidak dipakai. Sekda meminta Bagian Umum Setda Kota Mataram, untuk melakukan pengawasan. Rumah jabatan wakil walikota merupakan aset milik Pemkot Mataram. “Iya, karena tidak pernah ditempati jadi rusak begitu,” demikian kata Eko. (cem)