Ruas Jalan Tanak Awu-Pengembur Rusak Parah, Warga Empat Desa Datangi Kantor Bupati Loteng

Praya (Suara NTB) – Puluhan warga dari empat desa di Kecamatan Pujut, Desa Tanak Awu, Pengembur, Tumpak dan Desa Persiapan Krame Jati, menggelar aksi di depan kantor Bupati Lombok Tengah (Loteng), Senin, 25 Januari 2021. Warga menuntut janji pemerintah daerah setempat untuk memperbaiki ruas jalan Tanak Awu-Pengembur yang kondisinya kini rusak parah, karena sudah bertahun-tahun tidak kunjung diperbaiki.

Meski diguyur hujan, tidak menyurutkan semangat warga untuk menggelar aksi. Datang mengggunakan truk dan mobil pick up sekitar pukul 10.00 wita, warga sempat berusaha untuk masuk ke halaman kantor Bupati Loteng. Namun terhalang barikade aparat kepolisian dan Sat Pol PP Loteng yang sudah bersiaga sejak pagi.

Iklan

Warga pun terpaksa menggelar orasi di depan pintu gerbang kantor Bupati Loteng. Menurut warga, ruas jalan Tanak Awu-Pengembur merupakan jalan kabupaten sekaligus jalan pariwisata menunju sejumlah objek wisata utama di wilayah Loteng bagian selatan. Namun sayang, kondisinya sangat miris.

Kondisi jalan yang rusak dan penuh lubang, membuat ruas jalan tersebut sulit dilewati. Baik itu roda dua apalagi kendaraan roda empat. Bahkan sering terjadi kecelakaan lalu lintas di sepanjang ruas jalan tersebut. Terlebih pada musim penghujan seperti sekarang ini, ruas jalan tersebut nyaris tidak lebih baik kondisinya dari area persawahan.

Banyak truk pengangkut material proyek yang melintas di ruas jalan tersebut membuat kerusakan semakin parah. “Hampir 300 sampai 400 truk pengangkut material melintas. Bagaimana jalan tidak semakin rusak. Untuk itu, kami menuntut sikap pemerintah daerah. Agar segera memperbaiki ruas jalan Tanak Awu-Pengembur ini,” teriak M. Sadli, koordinator aksi dalam orasinya.

Menurutnya, Pemkab Loteng pada tahun 2017 lalu pernah menjanjikan akan memperbaiki ruas jalan tersebut. Akan tetapi sampai sekarang belum ada realisasi sama sekali. Akibatnya, berbagai aspek kehidupan terganggu, karena kondisi jalan yang rusak tersesebut. Mulai dari aspek pendidikan, kesehatan hingga ekonomi.

Setelah cukup lama berorasi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng, L. Firman Wijaya, kemudian keluar menemui warga. Di hadapan warga, Firman mengaku kalau pemerintah daerah sangat paham akan tuntutan dan keinginan warga. Tapi memang kondisi anggaran yang tidak memungkinkan untuk melakukan peningkatan kualitas jalan Tanak Awu-Pengembur tersebut.

Diakuinya, sebelumnya ruas jalan tersebut akan dikerjakan tahun 2021 ini, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat. Tetapi karena ada pandemi Covid-19, akhirnya DAK tahun ini akan digunakan untuk memperbaiki ruas jalan yang tidak tertangani di tahun 2020 lalu. Akibat dari refocusing anggaran pemerintah pusat.

“Tapi untuk ruas jalan Tanak Awu-Pengembur ini, kita upayakan bisa masuk di APBD perubahan tahun ini. kalau pun tidak bisa, akan diusulkan masuk ditahun depan (2022). Karena untuk tahun ini, sesuai intruksi pusat fokus anggaran untuk penanganan ruas jalan yang tidak bisa dikerjakan ditahun 2020 lalu,” imbuh Firman.

Tidak puas dengan penyampaian di luar kantor Bupati Loteng, perwakilan warga kemudian ditemui diaula Dinas PUPR Loteng. Tuntutan yang sama kembali disampaikan. “Untuk penanganan sementara kita akan tetap berupaya melakukan perbaikan. Dengan menimbun bagian ruas jalan yang rusak. Tapi kalau untuk peningkatan jalan dengan menggunakan hotmix belum bisa, karena terbentur anggaran,” jawab Firman. (kir)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional