Ruas Jalan Provinsi di Kilo Kembali Rusak Akibat Abrasi

Dompu (Suara NTB) – Ruas jalan Provinsi yang ada di Matompo Desa Malaju Kecamatan Kilo kembali rusak akibat abrasi pantai. Jalan yang sempat diperbaiki tahun 2017 tersebut, kini kembali jebol. Pemerintah pun mengaku tidak memiliki anggaran untuk memperbaiki jalan yang selalu menjadi langganan abrasi tersebut.

Drs. Sukiman, koordinator umum pengamat jalan Provinsi di Kabupaten Dompu yang dikonfirmasi di kantornya, Jumat, 22 Juni 2018 semula mengelak bahwa ruas jalan Kilo menjadi tanggungjawab Provinsi. Menurutnya, ruas jalan Kilo sudah diambil alih negara sejak 2016 lalu dan tangani melalui program Prim Indi bantuan Australia untuk ruas jalan lingkar utara yang tembus wilayah Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. Ruas jalan ini Pihaknya (provinsi) hanya menangani ruas jalan jembatan Huu – Nangadoro dan tahun 2018 ini akan ada perawatan sepanjang 5 KM.

Iklan

Saat dikonfirmasi penanganan ruas jalan tersebut tahun 2017, Sukiman akhirnya mengakui bahwa ruas jalan tersebut masih menjadi tanggungjawab Provinsi. Ruas jalan tersebut sempat ditangani tahun 2017, tapi kembali jebol akibat ambrasi pantai di sekitar Matompo Kilo sekitar 100 meter.

“Iya, masih menjadi tanggungjawab jalan provinsi. Memang kalau tidak dilakukan pemasangan, ruas jalannya tetap akan rusak akibat abrasi pantai yang setiap saat. Tahun ini tidak ada anggarannya untuk perbaikan,” ungkapnya.

Ahmadin, pengamat jalan ruas Kilo yang dikonfirmasi melalui telpon pada kesempatan yang sama menambahkan, ruas jalan simpang Sanggopa Sante hingga Kiwo Kecamatan Kilo sepanjang 45 KM masih menjadi tanggungjawab Provinsi. Tahun 2017 lalu pihaknya melakukan pengaspalan sepanjang 6 KM dari Enca hingga Lasi.

“Tahun ini kita aspal sepanjang 5 KM hingga Kiwu. Pengaspalannya sudah selesai, tinggal pengerjaan pasangan,” kata Ahmadin.

Diakui Ahmadin, ruas jalan di sekitar Matompo kembali jebol akibat abrasi. Namun kerusakan terjadi pada daerah sekitar yang ditangani tahun 2017 lalu oleh PT Dunia Mas. Ia pun belum mengetahui kapan akan diperbaiki kembali. “Kita ndak tahu kapan diperbaiki,” terangnya. (ula)