RSUP NTB Enggan, Sri Rabitah akan Lakukan Pemeriksaan ke Jakarta

Sri Rabitah TKI

Mataram (suarantb.com) – Permintaan pemeriksaan ulang yang disampaikan secara lisan oleh Kuasa Hukum Sri Rabitah, Muhammad Saleh ditanggapi dengan keengganan oleh Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUP NTB, dr Agus Rusdhy, Selasa, 28 Februari 2017. Padahal, pemeriksaan ini ditujukan Saleh untuk memastikan kondisi ginjal Rabitah.

Sebelumnya, RSUP mengeluarkan pernyataan dua ginjal milik TKI bernama Sri Rabitah masih utuh. Sementara informasi yang diberikan oleh dokter yang melakukan rontgen pada 21 Februari lalu, satu ginjalnya sudah hilang.

Iklan

“Sebagai pihak yang diberikan kuasa oleh korban, Sri Rabitah kami ingin agar dilakukan pemeriksaan ulang oleh pihak RSUP,” ujarnya pada pertemuan langsung dengan Rusdhy yang disaksikan oleh sejumlah awak media.

Namun, Rusdhy mengatakan, hanya pasien yang bisa meminta adanya pemeriksaan ulang. Setelah permintaan tersebut dijelaskan berkali-kali, baru kemudian Rusdhy menyatakan harus ada prosedur yang dilalui jika korban meminta melalui kuasa hukum.

“Meski ada permintaan dari kuasa hukum atas persetujuan korban, harus ada prosedur yang dilalui,” ucapnya.

Melihat kecilnya kemungkinan pemeriksaan ulang bisa dilakukan di RSUP, Saleh sempat menyampaikan akan melakukan rontgen ke Jakarta. Meski harus mengusahakan bantuan dana untuk bisa ke sana. “Kita akan coba periksa ke Jakarta,” katanya.

“Saya kira harus ada pemeriksaan ulang dengan pendampingan kita bersama. Saya harap ada pemeriksaan ulang untuk kepentingan kesehatan korban,” tambahnya.

Selain permintaan pihak korban yang sulit direalisasikan RSUP, awak media juga tak diberikan kesempatan untuk menemui dua dokter yang dulu memeriksa Rabitah. Alasannya, keduanya tengah sibuk menangani pasien.

“Kalau sekarang tidak bisa, petugas medis kita sedang menangani pasien semua,” jawabnya berulang-ulang.

Sikap RSUP ini menimbulkan dugaan bahwa telah dilakukan manipulasi informasi yang diberikan pada Sri Rabitah. Dimana awalnya satu ginjal dinyatakan hilang, kemudian diganti dengan pernyataan kedua ginjal tersebut masih ada.

“Intinya, kita secara resmi belum pernah mengeluarkan pernyataan bahwa ginjal ibu ini tidak ada. Saya sudah tanyakan ke dokter-dokter urologi, tidak pernah ada yang menyatakan kalau ginjal ibu ini tidak ada. Dokter radiologi juga sudah menyampaikan ke saya bahwa dia tidak pernah menyampaikan,” ucapnya. (ros)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here