RSUD Sumbawa Mulai Terapkan Operasi Caesar dengan Metode ERACS

Pasien yang sukses menjalani operasi caesar metode ERACS bersama tim dokter RSUD Sumbawa.(Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – RSUD Sumbawa terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas layanannya. Terbaru, mereka menjadi satu-satunya rumah sakit yang menggunakan metode ERACS (Enhanced Recovery After Cesarean Surgery) di NTB.

Seperti dijelaskan Direktur RSUD Sumbawa, dr. Dede Hasan Basri, metode ERACS ini merupakan teknik pelayanan pasien persalinan melalui operasi caesar. Jika sebelumnya pasien pasca operasi caesar harus mendapatkan perawatan yang cukup lama dan merasakan sakit yang luar biasa. Namun dengan teknik ERACS, hal itu tidak lagi dirasakan. Persalinannya nyaman, lama perawatan singkat dan biayanya ekonomis. “Dua jam selesai operasi pasien sudah bisa duduk, infus dan kateter langsung dilepas. Artinya hari pertama setelah operasi, pasien sudah bisa pulang ke rumah,”ujarnya.

Iklan

Dede menyebutkan operasi caesar teknik ERACS ini baru pertama kalinya dipraktekkan di RSUD Sumbawa dan menjadi satu satunya rumah sakit di NTB yang sejauh ini menggunakan metode dimaksud. Bahkan sudah ada pasien yang berhasil menjalaninya. Hal ini tidak lepas dari kemampuan RSUD mendatangkan Dokter

Kandungan yang inovatif. Dalam pelayanannya mampu menyelamatkan ibu dan bayi dalam proses persalinan melalui operasi caesar. “Alhamdulillah, ini semua untuk masyarakat yang membutuhkan pelayanan prima yang mudah, cepat dan ekonomis,” katanya.

Teknik ERACS ini sangat cocok dengan situasi pandemi covid saat ini. Sebab pasien operasi caesar tidak perlu dirawat berlama-lama di rumah sakit. Guna menghindari terpaparnya ibu dan bayi dari virus corona. Sehingga diharapkan dengan semakin inovatifnya pelayanan, RSUD Sumbawa menjadi rumah sakit pilihan pertama dalam rujukan pasien oleh masyarakat dari kabupaten/kota di Pulau Sumbawa bahkan di NTB.

Dokter Spesialis Kandungan RSUD Sumbawa, dr. Inne Mamesah, Sp.OG, ketika dikonfirmasi, menyatakan ERACS adalah metode operasi caesar dengan memberikan obat-obatan pereda nyeri yang baik sehingga pasien bisa segera melakukan mobilisasi pasca operasi dengan cepat. Pihaknya mengaku sudah melayani persalinan dengan metode ERACS, dan berhasil. Dengan metode ini proses pemulihan pasien pasca operasi berlangsung cepat, rasa nyeri, dan imobilisasi pun bisa diminimalkan.

“Kalau operasi yang konvensional biasanya memerlukan waktu 2-3 hari untuk pemulihan. Kalau menggunakan metode ERACS hanya 2 jam pasca operasi, infus dan kateter sudah bisa dilepas. Keesokan harinya sudah bisa jalan dan beraktivitas seperti biasa,” jelasnya.

Artinya, lanjut Ine, sapaan akrabnya, operasi caesar metode ERACS ini sangat menguntungkan. Karena tidak ada lagi sakit yang berkepanjangan di tempat tidur dan tidak lagi susah bangun. Ibu sudah bisa langsung menyusui bayinya. “Ini memberikan efek yang sangat signifikan di masa pandemi ini, sebab mengurangi hari rawat di rumah sakit,”sebutnya, seraya menambahkan metode ERACS ini bisa terlaksana berkat kerjasama Dokter Kandungan, Anastesi dan Spesialis Anak.

Tidak berbeda jauh dengan operasi caesar biasa, komplikasi metode ini seperti pendarahan, pusing, dan muntah. Namun beberapa pasien dengan metode ERACS justru merasa nyaman karena bisa pulih lebih cepat. Dengan pulih lebih cepat ini dapat meminimalisir biaya yang dikeluarkan oleh pasien.

Meski demikian tidak semua pasien yang ingin operasi caesar bisa terlayani dengan metode ini. Sebab harus memenuhi syarat. Diantaranya, tidak memiliki penyakit komplikasi, posisi bayi sungsang, letak melintang, pecah ketuban dini, air ketuban kering, bayi mahal (6-7 tahun menikah belum punya anak) dan pasien panggul sempit. “Kami baru mempraktikkan metode ERACS ini sejak Juli 2021 kemarin. Baru satu pasien yang kami tangani dengan metode ini, karena saat itu dan sampai sekarang gelombang covid cukup tinggi,” terangnya. (arn)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional